Jakarta Dikepung Banjir: Transjakarta Ambil Langkah Darurat, Belasan Rute di Tiga Wilayah Kunci Terdampak!
Jakarta (Jumat Pagi) – Curah hujan ekstrem yang melanda Ibu Kota pada Jumat pagi mengakibatkan sejumlah ruas jalan tergenang banjir. Akibatnya, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) terpaksa menghentikan sementara operasional beberapa rute bus dan Mikrotrans di tiga area krusial, yakni Rawa Buaya, Grogol, dan Jakarta Utara. Langkah ini diambil demi keselamatan penumpang dan awak bus mengingat kondisi akses jalan yang tidak memungkinkan.
Kepala Departemen Humas dan CSR Transjakarta, Ayu Wardhani, menjelaskan bahwa penyesuaian operasional ini merupakan respons cepat terhadap situasi darurat. Di area Rawa Buaya, sejumlah rute bus yang berhenti sementara antara lain 3C (Rusun Kapuk Muara-Penggilingan), 3D (Penjaringan-Rawa Buaya), 9F (Rusun Tambora-Pluit), 12A (Kota-Dermaga Kaliadem), dan 12C (Penjaringan-Kelapa Gading). Sementara itu, Mikrotrans di Grogol dan Jakarta Utara seperti JAK 04 (Grogol-Tubagus Angke), JAK 56 (Grogol-Srengseng), JAK 05 (Semper-Rorotan), dan JAK 80 (Rawa Buaya-Rawa Kompeni) juga tidak dapat beroperasi penuh. Meski demikian, Transjakarta berupaya mempertahankan mobilitas warga dengan mengoperasikan beberapa rute Mikrotrans lain dengan modifikasi jalur, seperti JAK 02, JAK 27, JAK 53, JAK 75, dan JAK 78A, yang dialihkan untuk menghindari titik genangan. Beberapa koridor bus seperti Koridor 9 (Pinang Ranti-Pluit) dan rute 1M (Meruya-Blok M) juga dialihkan jalurnya, tidak melayani beberapa halte dan bus stop yang terendam banjir.
Situasi ini menambah daftar tantangan mobilitas warga Jakarta yang harus berhadapan dengan banjir. Informasi dari berbagai sumber menunjukkan bahwa banjir kali ini cukup luas, menyebabkan setidaknya 125 RT dan 14 ruas jalan di Jakarta terendam, bahkan mendorong pemberlakuan Work From Home (WFH) dan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di beberapa wilayah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sendiri tengah gencar melakukan upaya mitigasi banjir, termasuk pengerukan sungai dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga akhir Januari, untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem. Transjakarta menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan dan berterima kasih atas pengertian serta dukungan yang diberikan di tengah situasi yang tidak terduga ini.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.