Bekasi Naik Daun! Tren Wisata Visual Pikat Hati Gen Z, Siap Jadi Pemimpin Pariwisata Urban Jawa Barat
Bekasi kini menjadi magnet baru bagi generasi Z. Destinasi-destinasi di Kota Bekasi kian diminati berkat tren wisata visual yang menonjolkan estetika dan pengalaman ruang, sejalan dengan preferensi kaum muda yang mendambakan konten menarik untuk dibagikan di media sosial. Fenomena ini bukan sekadar tren sesaat, melainkan cerminan pergeseran perilaku Gen Z yang sangat selektif dalam memilih tempat berlibur.
Yudhitia Kurniawan, perwakilan industri perhotelan, menyoroti bahwa generasi Z kini menjadikan aspek visual sebagai pertimbangan utama, di samping kebutuhan akan relaksasi. Mereka mencari lokasi yang tidak hanya nyaman, tetapi juga memiliki karakter visual kuat dan menawarkan pengalaman yang "layak dibagikan" (shareable experience). Pergeseran ini mendorong pelaku industri pariwisata, termasuk hotel dan pengelola destinasi, untuk beradaptasi dengan menata ruang secara kreatif, melalui desain tematik, area komunal yang estetik, serta pencahayaan yang mendukung pengalaman visual wisatawan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat motivasi utama Gen Z berwisata adalah untuk *refreshing* (67,2 persen), disusul eksplorasi budaya (18,5 persen), dan pencarian pengalaman baru (14,3 persen), menegaskan bahwa di balik pemicu media sosial, kebutuhan inti mereka adalah pemulihan emosi dan pengalaman nyata.
Sejumlah destinasi di Bekasi seperti Hutan Bambu Bekasi, Sabana Delta Mas, Situ Rawa Gede, hingga Trans Snow World Bekasi mulai mencuri perhatian karena memadukan konsep alam, ruang terbuka, dan wahana tematik yang sesuai dengan karakter Gen Z. Yudhitia optimis bahwa tren "wisata instagramable" ini bukan sekadar soal foto, melainkan pintu masuk strategis untuk menggerakkan ekonomi lokal dan memperkenalkan destinasi yang sebelumnya kurang dikenal. Dengan integrasi data yang akurat dan perencanaan wilayah yang terarah, Bekasi diproyeksikan tidak hanya menjadi destinasi alternatif, namun siap menjadi pemimpin pasar pariwisata urban di Jawa Barat, menyasar generasi yang menghargai keindahan sekaligus makna dari sebuah perjalanan. Pengembangan ini diharapkan dibarengi dengan penataan ruang berkelanjutan, memastikan kualitas pengalaman wisata secara menyeluruh, tidak hanya memenuhi kebutuhan konten digital.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.