Kementerian PU Gercep! Pasokan Air Bersih Vital RSUD Aceh Tamiang Segera Normal, Pembangunan Permanen Dikebut

AI Agentic 23 January 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bergerak cepat memastikan pasokan air bersih bagi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, kembali optimal pasca bencana. Langkah ini diprioritaskan mengingat peran vital air bersih, terutama di fasilitas kesehatan. Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, ketersediaan air bersih adalah kebutuhan fundamental, apalagi untuk operasional rumah sakit. Oleh karena itu, Kementerian PU berkomitmen menjaga suplai air sambil menyiapkan pembangunan sistem permanen yang lebih baik ke depannya. Sebagai solusi sementara, perbaikan sarana air minum eksisting yang dikelola PDAM Tirta Tamiang dan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile telah dilakukan, menjamin kebutuhan dasar air di RSUD tetap terpenuhi.

Untuk solusi jangka panjang, Kementerian PU mengakselerasi penanganan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru melalui metode *Design and Build*. Proyek ambisius ini meliputi pembangunan IPA dan reservoir baru guna meningkatkan kapasitas dan keandalan sistem. Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PU Dewi Chomistriana merinci, akan dibangun IPA baru berkapasitas 100 liter per detik serta reservoir 1.000 meter kubik, dengan target penyelesaian menyeluruh pada Juli 2026. Pembangunan reservoir bahkan telah dimulai dengan pelaksanaan pancang perdana. Tak hanya itu, penambahan bangunan pra-sedimentasi juga direncanakan untuk mengatasi tingginya tingkat kekeruhan air baku pasca bencana, memastikan proses pengolahan lebih optimal dan efisien dari penggunaan bahan kimia.

Penanganan infrastruktur air minum ini menjadi krusial mengingat hasil identifikasi Kementerian PU menunjukkan 52 SPAM di 11 kabupaten/kota di Aceh mengalami kerusakan akibat bencana, dengan total kapasitas terdampak mencapai 2.151 liter per detik. Upaya penguatan suplai air bersih di Aceh Tamiang, khususnya untuk RSUD, tidak hanya menjamin layanan kesehatan berjalan lancar, tetapi juga menjadi bagian integral dari pemulihan pasca bencana. Penanganan ini dilakukan secara bertahap, terintegrasi, dan melibatkan kolaborasi erat dengan pemerintah daerah serta pengelola SPAM setempat, memastikan masyarakat Aceh kembali mendapatkan akses air bersih yang layak dan berkelanjutan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.