Kisah Haru Egy Maulana Vikri di Balik Gelar Juara Timnas Indonesia
Jakarta, Pemain Timnas Indonesia Egy Maulana Vikri mengungkapkan rasa syukur yang mendalam setelah akhirnya berhasil mengantarkan skuad Garuda meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Gelar ini menjadi momen istimewa bagi Egy karena sebelumnya ia belum pernah mempersembahkan trofi untuk Indonesia di semua level kelompok umur.
Indonesia memastikan gelar juara setelah mengalahkan Thailand pada laga final di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10), melalui drama adu penalti dengan skor 4-2. Kemenangan ini disambut euforia luar biasa dari para suporter yang memadati stadion dan menyaksikan perjuangan tim dari awal hingga akhir.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya pada Selasa, Egy menyampaikan rasa syukurnya. Ia menulis, Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya juara. Ungkapan singkat itu menggambarkan betapa besar beban dan harapan yang selama ini ia pikul sebagai salah satu pemain yang kerap dianggap belum mampu memberikan trofi bagi tim nasional.
Bagi Egy, yang kini telah mengoleksi 33 caps dengan delapan gol untuk Indonesia, keberhasilan ini menjadi pencapaian istimewa. Sebelumnya, prestasi terbaiknya adalah mengantarkan Garuda Muda meraih medali perunggu di SEA Games 2021 Hanoi, Vietnam. Pencapaian itu tentu belum sebanding dengan gelar juara tingkat senior yang baru saja diraih.
Pemain yang kini memperkuat Dewa United itu juga menekankan pentingnya mentalitas tim yang kuat sebagai kunci keberhasilan. Ia menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim, official, dan suporter yang selalu berada di belakang dan percaya kepada skuad Garuda. Menurutnya, semua pihak layak mendapatkan dan menikmati gelar juara ini.
Nama Egy menjadi sorotan setelah penampilannya sebagai pembeda dalam dua laga terakhir Indonesia ketika menghadapi Bangladesh dan Thailand di FIFA ASEAN Cup. Saat melawan Bangladesh, Egy yang masuk pada menit ke-73 memberikan pre-assist kepada Ole Romeny yang berlari di sisi kiri lapangan. Umpan lambungnya ke ruang kosong yang sangat akurat mengeksploitasi pertahanan Bangladesh di menit-menit akhir. Ole akhirnya menerima bola dengan baik dan berakhir dengan assist yang diberikannya untuk gol penentu kelolosan Indonesia ke final yang dicetak Mitchell Baker pada menit ke-90+7.
Penampilan apik Egy lalu berlanjut ke laga final kontra Thailand. Masuknya ia pada menit ke-101 membuat serangan-serangan Garuda dari sisi kanan lebih berbahaya. Gol Elkan Baggott yang menyamakan kedudukan menjadi 2-2 di babak tambahan waktu berawal dari kreasinya, ketika ia dengan tenang melakukan kombinasi dengan Rizky Ridho yang diakhiri umpan silang. Umpan Ridho ditepis kiper Thailand, lalu bola jatuh ke kaki Baggott yang kemudian tanpa berpikir lama langsung menjebloskannya ke gawang.
Aksi-aksi Egy di FIFA ASEAN Cup mendapatkan pujian dari mantan rekannya di tim nasional, Asnawi Mangkualam. Dalam unggahan Instagram resminya, Asnawi mengenang momen-momen indah bersama Egy dan merasa bangga akhirnya rekannya tersebut dapat memenangi trofi bersama tim Garuda. Asnawi menyatakan bahwa semua orang pasti mengapresiasi sosok Egy, teman sekamarnya selama delapan tahun setiap dipanggil timnas. Ia menuturkan bahwa susah senang mereka lewati bersama, namun Egy mungkin menghadapi banyak hal yang lebih berat. Asnawi juga mengungkapkan rasa syukurnya karena Tuhan adil, akhirnya Egy bisa comeback dengan performa terbaik dan membawa Indonesia juara. Ia mengenang Egy sering mengatakan kepadanya bahwa ia belum pernah meraih trofi bersama timnas, namun sekarang hal itu telah terbukti.
Dampak dari kemenangan ini sangat besar bagi masyarakat Indonesia. Gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 tidak hanya menjadi pencapaian olahraga semata, tetapi juga menjadi sumber kebanggaan nasional yang mampu mempererat persatuan dan meningkatkan semangat patriotisme di tengah masyarakat. Prestasi ini juga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi muda untuk terus berprestasi di bidang olahraga, khususnya sepak bola. Selain itu, kesuksesan Egy dan rekan-rekannya menunjukkan bahwa kerja keras, ketekunan, dan mentalitas yang kuat dapat mengubah nasib dan mengukir sejarah, bahkan ketika seseorang pernah dianggap belum mampu memberikan yang terbaik.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.