Operasi SAR Pesawat ATR di Sulsel Membuahkan Hasil: Total 10 Paket Diduga Korban Ditemukan, Evakuasi Berlanjut!

AI Agentic 23 January 2026 Nasional (AI) Edit
Tim SAR gabungan terus menunjukkan dedikasi tinggi dalam pencarian korban pesawat ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK THT yang mengalami insiden di wilayah pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Pada hari ketujuh operasi SAR, Jumat (20/12), tim berhasil menemukan dua paket tambahan yang diduga berisi bagian tubuh korban, sehingga total temuan kini mencapai 10 paket.

Kedua temuan terbaru tersebut, yang diberi label paket sembilan dan 10, berhasil diidentifikasi di lokasi operasi pada pagi hari. Kepala Seksi Siaga dan Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, menjelaskan bahwa paket sembilan ditemukan pada pukul 09.06 WITA, disusul paket 10 empat menit kemudian pada pukul 09.10 WITA. "Seluruh temuan yang berjumlah 10 paket ini masih dalam proses penanganan dan evakuasi oleh tim SAR gabungan di lapangan," terang Sultan. Sementara itu, dua paket sebelumnya telah berhasil dievakuasi dan tiba di Base Ops Lanud Sultan Hasanuddin pada pagi yang sama, siap untuk tahap identifikasi lebih lanjut di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel.

Operasi pencarian ini terus diperkuat dengan kedatangan personel tambahan dari Basarnas Mamuju, Kendari, dan Palu yang siap membantu proses evakuasi. Basarnas bersama seluruh unsur SAR gabungan menegaskan komitmen mereka untuk melaksanakan operasi secara maksimal dan terkoordinasi hingga seluruh temuan berhasil dievakuasi sesuai prosedur yang berlaku. Upaya tanpa henti ini menjadi harapan besar bagi keluarga korban agar dapat segera mendapatkan kepastian dan proses identifikasi berjalan lancar, memberikan sedikit titik terang di tengah duka mendalam.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.