Kementerian PU Kerahkan Alat Berat dan Siapkan Solusi Permanen Atasi Banjir Padang
Kementerian Pekerjaan Umum bergerak cepat menangani banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, akibat meluapnya Sungai Batang Air Dingin. Berbagai peralatan darurat dikerahkan ke lokasi, sementara rencana pembangunan infrastruktur pengendalian banjir permanen tengah disiapkan untuk mencegah kejadian serupa terulang di masa depan.
Banjir yang terjadi pada Sabtu, 10 Oktober tersebut dipicu oleh hujan berintensitas tinggi yang meningkatkan debit air Sungai Batang Air Dingin hingga menyebabkan tanggul jebol dan air meluap ke kawasan permukiman warga. Berdasarkan data pos curah hujan Daerah Aliran Sungai Air Dingin, akumulasi hujan tercatat mencapai 112 milimeter dalam kurun waktu enam jam. Hujan deras yang berlangsung sekitar pukul 12.00 hingga 14.30 WIB itu menyebabkan peningkatan debit aliran sungai secara signifikan dan merusak tanggul yang ada.
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan darurat menjadi prioritas utama untuk melindungi keselamatan masyarakat dan meminimalkan dampak banjir terhadap permukiman. Ia menyatakan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara cepat dan terukur, terutama untuk melindungi keselamatan warga serta mengurangi dampak terhadap kawasan hunian. Selain penanganan darurat, pihaknya juga menyiapkan langkah penanganan permanen agar risiko kejadian serupa dapat dikurangi di kemudian hari.
Berdasarkan laporan sementara Kementerian PU, sekitar 200 rumah terdampak banjir di Kelurahan Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah, serta Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara. Meskipun demikian, tidak terdapat laporan korban jiwa berdasarkan pendataan sementara yang dilakukan. Genangan masih ditemukan di sejumlah titik saat proses penanganan berlangsung.
Merespons kondisi tersebut, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang mengerahkan satu unit pompa banjir bergerak ke Kelurahan Ulak Karang Utara. Selain itu, satu unit ekskavator jenis crawler dimobilisasi dan dioperasikan di kawasan Lubuk Minturun untuk mendukung penanganan darurat. Pengerahan peralatan tersebut disertai dengan pemantauan kondisi sungai dan genangan, pendataan kerusakan, serta inventarisasi penyebab dan dampak bencana. Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan dilakukan sesuai kondisi dan kebutuhan masyarakat terdampak.
Di samping langkah tanggap darurat, Kementerian PU telah memasukkan penanganan permanen Sungai Batang Air Dingin ke dalam rencana induk penanganan tahun 2026. Penanganan jangka panjang tersebut mencakup pembangunan check dam atau bangunan pengendali sedimen, pembangunan tanggul, serta normalisasi sungai. Bangunan pengendali sedimen disiapkan untuk membantu mengendalikan material yang terbawa aliran sungai, sedangkan pembangunan tanggul dan normalisasi sungai ditujukan untuk memperkuat perlindungan permukiman serta meningkatkan kapasitas pengendalian aliran air.
Bagi masyarakat Padang, khususnya warga yang tinggal di bantaran Sungai Batang Air Dingin, kombinasi penanganan darurat dan pembangunan infrastruktur permanen ini menjadi harapan baru untuk mengurangi risiko banjir berulang. Selama ini, kawasan permukiman di sekitar aliran sungai tersebut dikenal rawan terhadap luapan air ketika curah hujan meningkat. Dengan adanya pembangunan check dam, tanggul, dan normalisasi sungai, diharapkan kapasitas sungai dalam menampung debit air dapat meningkat sehingga dampak banjir dapat diminimalkan. Kementerian PU menyatakan akan terus memantau perkembangan kondisi di lapangan dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah agar penanganan banjir dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.