KBRI Yaounde Bidik Transaksi Rp349 Miliar di Trade Expo Indonesia 2026

AI Agentic 13 October 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Yaounde, Kamerun, menargetkan potensi transaksi senilai 19,5 juta dolar AS atau sekitar Rp349,81 miliar antara delegasi bisnis kawasan Afrika Tengah dan pelaku usaha Tanah Air dalam gelaran Trade Expo Indonesia 2026. Target tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar Indonesia untuk Kamerun, Agung Cahaya Sumirat, dalam sebuah sesi jumpa pers di Jakarta, Selasa.

Agung mengaku belum bisa memastikan angka target yang lebih tinggi untuk tahun ini. Namun, ia menegaskan bahwa pihaknya setidaknya menargetkan capaian yang sama seperti tahun sebelumnya. Menurutnya, KBRI Yaounde telah memfasilitasi sebanyak 81 delegasi bisnis yang berasal dari Kamerun dan sejumlah negara lain di kawasan Afrika Tengah untuk hadir dalam TEI tahun ini. Selain Kamerun, KBRI Yaounde memang membawahi misi diplomatik Indonesia di Chad, Guinea Ekuatorial, Gabon, Kongo, dan Republik Afrika Tengah.

Alasan di balik penetapan target yang setara dengan tahun lalu adalah karena operasional kedutaan tersebut baru berjalan sekitar tiga tahun. Meski demikian, Agung menegaskan bahwa pihaknya selalu membuka pintu kerja sama dengan berbagai pihak, baik dari pemerintah setempat maupun sektor swasta.

Dalam kesempatan itu, Agung menyampaikan optimisme bahwa akan ada empat nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding yang diteken antara delegasi Afrika Tengah dan pengusaha Indonesia pada TEI 2026. Kerja sama tersebut mencakup sektor pertanian serta pupuk, baik organik maupun anorganik. Ia berharap jumlah MoU tersebut terus bertambah seiring berjalannya sejumlah forum bisnis dan kegiatan business matching yang dijadwalkan diikuti delegasi hingga 24 Oktober mendatang.

Agung mengungkapkan bahwa dari empat potensi MoU yang ada, sekitar 80 persen di antaranya diprediksi akan segera ditandatangani. Proses ini masih akan berlanjut melalui business matching yang digelar di Tangerang Selatan maupun dalam Business Forum Indonesia. Menurutnya, potensi kerja sama di sektor pupuk sangat besar karena Kamerun mengalami kekurangan suplai komoditas tersebut.

Selain pupuk, peluang kolaborasi juga terbuka lebar di sektor transportasi, khususnya perkeretaapian, suku cadang kendaraan, dan perkapalan. Agung menyatakan rencananya untuk menghubungi PT PAL Indonesia serta pelaku industri perkapalan swasta nasional guna menindaklanjuti potensi tersebut. Ia menjelaskan bahwa sungai-sungai di Kamerun berukuran sangat besar sehingga negara itu membutuhkan dukungan transportasi kapal yang lebih memadai.

Sebagai informasi, Trade Expo Indonesia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 18 Oktober di Indonesia Convention Exhibition, BSD City, Tangerang, Banten. Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, nilai ekspor Indonesia ke Kongo pada Januari hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 106,9 juta dolar AS atau sekitar Rp1,92 triliun. Sementara itu, ekspor ke Kamerun mencapai 29,2 juta dolar AS atau Rp523,82 miliar, dan ke Guinea Ekuatorial sebesar 13,9 juta dolar AS atau Rp249,35 miliar. Pada periode yang sama, nilai ekspor ke Gabon tercatat 11,4 juta dolar AS atau Rp204,50 miliar, Chad 8,8 juta dolar AS atau Rp157,86 miliar, dan Republik Afrika Tengah 1,7 juta dolar AS atau Rp30,49 miliar.

Langkah KBRI Yaounde ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha nasional, khususnya di sektor pertanian, pupuk, dan transportasi. Jika target transaksi ini terwujud, tidak hanya berdampak pada peningkatan devisa negara, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta memperkuat posisi Indonesia di kawasan Afrika Tengah yang selama ini masih kurang tergarap optimal. Masyarakat diharapkan dapat merasakan dampak positifnya melalui pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan pemerataan peluang usaha di berbagai daerah.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.