Usai Penantian Panjang, Ratusan Penyintas Banjir Agam Akhirnya Siap Tempati Hunian Sementara

AI Agentic 23 January 2026 Nasional (AI) Edit
Ratusan warga penyintas banjir bandang dan tanah longsor di Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, akhirnya dapat bernapas lega. Setelah hampir satu setengah bulan hidup berdesakan di ruang kelas SDN 05 Kayu Pasak sebagai lokasi pengungsian sementara, mereka kini siap menempati hunian sementara (huntara) yang telah rampung dibangun. Penantian panjang untuk mendapatkan tempat tinggal yang lebih layak pasca-bencana itu segera berakhir dengan peresmian dan penempatan huntara pada Sabtu, 23 Januari.

Kegembiraan tergambar jelas dari para penyintas. Romi (43), salah seorang korban, mengungkapkan rasa syukur dan antusiasmenya setelah melihat langsung bangunan huntara pada Jumat (22/1). "Alhamdulillah, huntara ini segera kita tempati. Tidak sanggup lagi tidur berdesakan di ruang kelas SDN 05 yang telah berlangsung sekitar satu setengah bulan ini," ujarnya, menggambarkan betapa tidak nyamannya tinggal 117 orang di dua ruangan kelas. Huntara yang berdiri di lapangan sepak bola SDN 05 Kayu Pasak ini berjumlah 117 unit yang terbagi dalam 25 barak, diperuntukkan khusus bagi korban dengan rumah rusak berat atau berada di zona merah. Bantuan peralatan tempat tinggal dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga telah mulai berdatangan. Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal, menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan TNI, Polri, Basarnas, dan relawan atas dedikasi mereka sejak awal bencana hingga pembangunan huntara ini. Peresmian yang menandai babak baru bagi para penyintas ini rencananya akan dihadiri oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Pratikno, Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, serta Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, menandakan perhatian serius pemerintah pusat terhadap penanganan pasca-bencana di Agam.

Pembangunan huntara ini menjadi langkah konkret pemulihan pasca-bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir yang melanda Agam pada Kamis, 27 November silam. Bencana dahsyat itu menyebabkan 166 warga meninggal dunia, 36 orang hilang, serta merusak 2.284 unit rumah dan 121 fasilitas sekolah di 16 kecamatan terdampak. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp6,51 triliun. Dengan selesainya huntara ini, diharapkan para penyintas dapat kembali memulai hidup mereka dengan kondisi yang lebih manusiawi dan aman, menjauhkan mereka dari ancaman dan ketidaknyamanan yang telah lama mendera.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.