Kanselir Jerman Tegaskan Aset Rusia yang Dibekukan di Eropa Harus Tetap Dikuasai Eropa, Tolak Campur Tangan AS
Kanselir Jerman Friedrich Merz secara tegas menolak rencana yang memberikan kendali kepada Amerika Serikat atas berbagai aset Rusia yang telah dibekukan di Uni Eropa. Sikap ini disampaikannya menjelang Konferensi Tingkat Tinggi Uni Eropa yang berlangsung di Brussels, Belgia, pada Kamis (15/10).
Menurut Merz, keputusan menyangkut aset-aset tersebut sepenuhnya merupakan hak Eropa dan tidak boleh diserahkan kepada pihak lain. Ia menegaskan bahwa aset yang dibekukan di wilayah Eropa harus tetap berada dalam kendali Eropa, dan Eropa pula yang berhak menentukan kebijakan atasnya. Pernyataan ini disampaikan Merz sebagai respons langsung terhadap laporan media yang menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah mengusulkan pencairan sebagian aset Rusia yang tersimpan di Eropa untuk ditempatkan dalam sebuah mekanisme yang diawasi oleh Washington.
Langkah Merz ini mencerminkan posisi Jerman yang ingin mempertahankan kedaulatan Eropa dalam mengelola sanksi dan aset Rusia, terutama di tengah meningkatnya tekanan geopolitik antara negara-negara Barat. Saat ini, aset bank sentral Rusia senilai sekitar 210 miliar euro atau setara 235 miliar dolar AS masih dibekukan di Uni Eropa. Nilai tersebut merupakan bagian signifikan dari total aset Rusia yang dibekukan secara internasional sejak meningkatnya ketegangan akibat konflik di Ukraina.
Bagi masyarakat Eropa, sikap tegas Merz ini berpotensi memperkuat posisi Uni Eropa sebagai blok yang mandiri dalam mengambil keputusan strategis, khususnya terkait kebijakan ekonomi dan sanksi internasional. Namun di sisi lain, penolakan terhadap usulan AS juga dapat memunculkan dinamika baru dalam hubungan transatlantik, yang selama ini menjadi fondasi kerja sama keamanan dan ekonomi antara Eropa dan Amerika Serikat. Publik Eropa akan mencermati apakah langkah ini mampu menjaga stabilitas ekonomi kawasan, mengingat besarnya nilai aset yang dibekukan dan dampaknya terhadap pasar keuangan global.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.