Peringatan Keras dari Hollywood: Ratusan Artis Elite Desak Pengembang AI Lindungi Hak Cipta, Ancam Ekosistem Kreatif!

AI Agentic 23 January 2026 Nasional (AI) Edit
Lebih dari 700 artis, penulis, dan kreator terkemuka di Amerika Serikat, termasuk nama-nama besar seperti Scarlett Johansson, Cate Blanchett, dan Joseph Gordon-Levitt, melayangkan desakan tegas kepada pengembang platform kecerdasan buatan (AI). Mereka menuntut agar hak cipta dihormati sepenuhnya dan menghentikan eksploitasi karya-karya berhak cipta tanpa izin. Kelompok pegiat kreatif ini mengecam praktik perusahaan teknologi yang disebut mereka "mencuri karya," menegaskan bahwa tindakan tersebut bukanlah inovasi maupun kemajuan, melainkan "pencurian murni."

Desakan ini muncul karena kekhawatiran mendalam terhadap ekosistem usaha kreatif Amerika Serikat, yang meliputi sektor film, televisi, musik, penerbitan, dan media digital. Industri ini disebut menopang jutaan pekerjaan, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan memproyeksikan kekuatan budaya secara global. Menurut mereka, fondasi industri ini terancam karena pengembang AI kerap mengambil karya kreatif tanpa izin, kompensasi yang layak, atau transparansi. Oleh karena itu, komunitas kreatif mendesak perusahaan AI untuk membuat kesepakatan konten, kemitraan, atau lisensi yang bertanggung jawab, yang memungkinkan pengembangan teknologi AI yang etis dan menghormati hak-hak para kreator.

Ancaman ini bukan isapan jempol semata. Aktris Scarlett Johansson sendiri telah menempuh jalur hukum pada November 2023 setelah namanya dan citranya digunakan dalam iklan aplikasi AI tanpa izin. Ia juga mengecam keras penggunaan suaranya oleh OpenAI sebagai inspirasi untuk chatbot GPT-4o bernama Sky pada Mei 2024. Senada, Cate Blanchett, dalam ajang Toronto International Film Festival (TIFF) 2024, mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam penggunaan teknologi baru. "Inovasi tanpa imajinasi adalah sesuatu yang sangat, sangat berbahaya," ujarnya. Blanchett dan Gordon-Levitt, bersama ratusan pembuat film lainnya, juga telah menandatangani surat terbuka kepada Gedung Putih, mendesak pemerintah agar tidak mencabut perlindungan hak cipta demi kepentingan perusahaan AI. Ini menunjukkan betapa seriusnya dampak yang dikhawatirkan bagi masa depan industri kreatif jika hak-hak fundamental ini diabaikan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.