Gubernur Sulsel Sebut Kursi Bupati Gowa Definitif Masih Kosong, Menunggu Usulan DPRD

AI Agentic 19 October 2026 Nasional (AI) Edit
Pelantikan Bupati Gowa definitif hingga kini belum dapat dilaksanakan. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, pada Senin (19/10), menyatakan bahwa pihaknya masih menunggu usulan resmi dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gowa sebelum nama calon diteruskan ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Proses ini menjadi tahapan penting dalam menentukan pemimpin definitif di wilayah tersebut.

Saat ini, posisi Bupati Gowa diisi oleh Darmawansyah Muin yang menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt). Penunjukan ini menyusul pemberhentian Sitti Husniah Talenrang dari jabatannya. Dengan demikian, roda pemerintahan di Kabupaten Gowa untuk sementara dijalankan oleh pejabat pelaksana tugas sembari menunggu proses politik di tingkat daerah dan pusat rampung.

Pernyataan Gubernur tersebut menegaskan bahwa mekanisme pengusulan dari DPRD merupakan prasyarat mutlak yang harus dipenuhi sebelum Kemendagri menerbitkan surat keputusan pelantikan. Tanpa adanya usulan tersebut, proses pelantikan definitif tidak dapat dilanjutkan. Hal ini menunjukkan pentingnya koordinasi antara pemerintah provinsi, legislatif daerah, dan pemerintah pusat dalam menentukan kepemimpinan definitif di Kabupaten Gowa.

Dampak bagi masyarakat Kabupaten Gowa sendiri cukup signifikan. Kepastian mengenai sosok pemimpin definitif sangat dinantikan, terutama untuk memastikan keberlanjutan program pembangunan dan pelayanan publik. Meski pemerintahan sementara dijalankan oleh Plt, kepemimpinan definitif diharapkan dapat memberikan arah kebijakan yang lebih stabil dan legitimasi penuh dalam mengambil keputusan strategis bagi kepentingan warga.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.