Misi Dagang Jawa Timur-Aceh Cetak Transaksi Rp1 Triliun, Khofifah Ungkap Peluang Baru UMKM
Banda Aceh, Senin - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengumumkan capaian gemilang dari program misi dagang ke-27 antara Jawa Timur dan Aceh. Hingga Senin sore pukul 14.00 WIB, nilai transaksi yang berhasil dibangun dalam kegiatan tersebut telah menembus angka Rp1,084 triliun. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antardaerah mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang signifikan, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah kepada awak media saat menghadiri pelaksanaan misi dagang sekaligus penandatanganan kerja sama bisnis tahun 2026 di Kota Banda Aceh. Menurutnya, capaian ini merupakan hasil dari proses yang matang, di mana pemerintah kedua provinsi telah melakukan dua kali kurasi produk serta pelaksanaan bisnis matching minimal lima kali sebelum transaksi akhirnya terwujud. Kegiatan ini mempertemukan 149 pelaku usaha dari kedua provinsi dengan beragam produk unggulan, mulai dari kriya, kuliner, pakaian, buah-buahan khas daerah, hingga berbagai kerajinan lainnya.
Tidak sekadar jual-beli produk lokal, misi dagang ini juga diisi dengan penandatanganan kesepahaman bisnis dan investasi yang melibatkan berbagai sektor strategis. Kerja sama tersebut mencakup bidang pertanian, perikanan, fesyen, serta berbagai industri lainnya. Penandatanganan komitmen transaksi perdagangan dan investasi ini tidak hanya dilakukan antar pemerintah daerah, tetapi juga sesama pelaku usaha dari Jawa Timur dan Aceh, membuka jalan bagi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan.
Bagi masyarakat, capaian transaksi senilai Rp1 triliun lebih ini membawa dampak positif yang nyata. Pelaku UMKM dari kedua daerah mendapatkan akses pasar yang lebih luas, sehingga produk lokal semakin dikenal dan berdaya saing. Selain itu, kerja sama investasi di sektor pertanian, perikanan, dan industri lainnya berpotensi menciptakan lapangan kerja baru serta memperkuat rantai pasok regional. Masyarakat konsumen juga diuntungkan dengan semakin beragamnya pilihan produk berkualitas dari kedua provinsi. Keberhasilan misi dagang ini menjadi contoh konkret bagaimana sinergi antardaerah dapat mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi nasional secara inklusif.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.