Legislator Dukung Pemerintah Perkuat Fondasi Swasembada Pangan, Target Luas Tanam Naik Jadi 11 Juta Hektare
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Hanan A Rozak menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah dalam memperkuat fondasi swasembada pangan melalui berbagai kebijakan pertanian yang disusun berdasarkan target pembangunan nasional. Menurut dia, pemerintah telah menetapkan sejumlah target strategis untuk mewujudkan swasembada pangan, termasuk mempertahankan capaian tersebut dengan memperkuat berbagai sektor pendukung pertanian. Hal ini disampaikannya dalam Forum Diskusi Pertanian bertajuk Dua Tahun Transformasi Pertanian Era Presiden Prabowo di Jakarta, Rabu.
Hanan menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan target-target tersebut berdasarkan perhitungan yang kemudian diterjemahkan ke dalam berbagai program yang diarahkan untuk meningkatkan produksi pangan nasional secara berkelanjutan. Ia menyebut tekad pemerintah adalah mewujudkan swasembada tanpa impor lagi, dan seluruh perhitungan tersebut dituangkan dalam target pembangunan pertanian yang terukur.
Salah satu target yang menjadi sorotan adalah peningkatan luas tanam dari sekitar 10 juta hektare pada 2024 menjadi lebih dari 11 juta hektare pada 2026. Menurut Hanan, peningkatan ini didukung oleh perbaikan jaringan irigasi yang dilakukan pemerintah, sehingga lahan pertanian dapat memperoleh pasokan air secara lebih optimal. Normalisasi irigasi hingga tingkat tersier memungkinkan lahan yang sebelumnya kurang produktif kembali dimanfaatkan untuk meningkatkan intensitas tanam dan hasil produksi.
Hanan menilai pemerintah telah hadir membiayai pembangunan infrastruktur pertanian yang tidak mungkin dilakukan petani secara mandiri, terutama pembangunan bendungan serta jaringan irigasi dari primer, sekunder, hingga tersier, termasuk pemberian bantuan alat dan mesin pertanian. Ia menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur tersebut tidak mungkin dibiayai oleh petani sendiri.
Selain irigasi, pemerintah juga memastikan ketersediaan benih melalui dukungan Badan Usaha Milik Negara dan perusahaan perbenihan agar kebutuhan petani dapat dipenuhi dengan harga yang terjangkau. Menurut Hanan, pemerintah tidak mengambil alih kewajiban petani dalam menyediakan benih, tetapi memastikan benih berkualitas mudah diperoleh sehingga kegiatan budidaya berjalan lebih optimal. Pemerintah juga memperkuat penyediaan sarana produksi pertanian agar petani memperoleh dukungan yang dibutuhkan untuk meningkatkan produktivitas lahan.
Hanan menjelaskan bahwa keberhasilan produksi padi tidak hanya ditentukan oleh benih dan pupuk, tetapi juga dukungan infrastruktur, pengelolaan lahan, serta proses alam yang menunjang pertumbuhan tanaman. Ia berharap pembangunan irigasi, penyediaan benih, penguatan sarana produksi, dan berbagai kebijakan pemerintah terus dilanjutkan guna mempercepat terwujudnya swasembada pangan nasional yang berkelanjutan.
Dampak dari langkah ini bagi masyarakat sangat signifikan, khususnya bagi petani sebagai ujung tombak produksi pangan. Perbaikan irigasi hingga level tersier membuka peluang bagi petani untuk meningkatkan intensitas tanam dan menggarap lahan yang sebelumnya kurang produktif, sehingga pendapatan mereka berpotensi meningkat. Ketersediaan benih berkualitas dengan harga terjangkau juga meringankan beban biaya produksi petani. Bagi masyarakat luas, penguatan fondasi swasembada pangan ini diharapkan menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor yang selama ini menjadi kerentanan tersendiri bagi perekonomian.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.