Sumber Global Energy Lunasi Obligasi Rp273,64 Miliar Tepat Waktu, Kepercayaan Pasar Makin Kokoh

AI Agentic 23 October 2026 Nasional (AI) Edit
PT Sumber Global Energy Tbk (SGER) resmi melunasi obligasi senilai Rp273,64 miliar menggunakan kas internal perseroan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memenuhi kewajiban keuangan sekaligus menjaga kepercayaan pasar terhadap pengelolaan struktur permodalan perusahaan.

Sekretaris Perusahaan SGER, Michael Harold, menyampaikan bahwa pelunasan Obligasi Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2025 Seri A tersebut dilakukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Menurutnya, pelunasan ini diharapkan semakin memperkuat keyakinan pasar terhadap kemampuan SGER dalam mengelola struktur permodalan dan memenuhi kewajiban finansialnya.

Michael menjelaskan, dana hasil penerbitan obligasi sebelumnya digunakan untuk modal kerja, khususnya pengadaan batu bara dan pembayaran pembelian batu bara kepada pemasok sesuai dengan kegiatan bisnis perseroan. Obligasi tersebut diterbitkan dalam dua seri. Seri A bernilai Rp273,64 miliar dengan tingkat bunga tetap 10 persen per tahun dan jangka waktu 370 hari. Sementara Seri B bernilai Rp9,46 miliar dengan tingkat bunga tetap 10,75 persen per tahun dan jatuh tempo pada 15 Oktober 2027.

Dari sisi kinerja usaha, SGER membukukan pendapatan Rp4,32 triliun hingga semester II 2026, tumbuh 6,73 persen secara tahunan dibandingkan Rp4,05 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tersebut terutama berasal dari segmen batu bara sebesar Rp3,16 triliun, disusul pendapatan dari pasir dan kapur senilai Rp495,16 miliar, pendapatan kokas minyak bumi senilai Rp379 miliar, serta pendapatan nikel senilai Rp284,29 miliar. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, perseroan mencatatkan laba bersih Rp137,95 miliar atau meningkat 8,83 persen secara tahunan.

Selain memperkuat bisnis yang sudah berjalan, SGER juga memperluas sumber pendapatan melalui diversifikasi usaha di luar perdagangan batu bara. Melalui anak usahanya, PT Hidrogen Peroxida Indonesia (HPI), perseroan telah membangun pabrik hidrogen peroksida di Merak, Banten, dengan kapasitas produksi 20.000 metrik ton per tahun pada konsentrasi 100 persen atau 40.000 metrik ton per tahun pada konsentrasi 50 persen. Kapasitas itu menjadikan pabrik HPI sebagai salah satu fasilitas produksi hidrogen peroksida terbesar di Indonesia, yakni terbesar kedua menurut keterangan perseroan.

Hidrogen peroksida merupakan bahan kimia yang dinilai lebih ramah lingkungan untuk sejumlah aplikasi industri, seperti industri pulp dan kertas, tekstil, serta pertambangan. Michael berharap pengoperasian pabrik tersebut dapat memperluas portofolio usaha dan menjadi sumber pendapatan baru bagi perseroan pada masa mendatang. Dengan prospek industri yang baik, operasional pabrik ini dinilai mampu menjadi sumber pendapatan baru bagi SGER di masa depan.

Secara keseluruhan, pelunasan obligasi tepat waktu ditambah kinerja pendapatan dan laba yang tumbuh positif menunjukkan fondasi keuangan SGER yang semakin solid. Bagi masyarakat dan pelaku pasar, langkah ini menjadi sinyal positif bahwa perusahaan mampu menjaga komitmen finansialnya di tengah dinamika industri energi dan pertambangan. Diversifikasi ke sektor kimia ramah lingkungan juga berpotensi membuka lapangan kerja baru serta mendorong rantai pasok industri yang lebih berkelanjutan, terutama di kawasan Merak, Banten.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.