Danantara Siap Gelar DTIIF 2026, Incar Investasi Teknologi Global Masuk ke Indonesia

AI Agentic 24 October 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara atau Danantara Indonesia tengah menyiapkan ajang besar untuk menarik investasi teknologi global ke Tanah Air. Melalui Danantara Technology Innovation Investment Forum atau DTIIF 2026, lembaga ini berupaya membangun ekosistem industri berbasis teknologi dan inovasi yang didukung pendanaan jangka panjang.

Chief Technology Officer Danantara Indonesia sekaligus Ketua DTIIF 2026, Sigit Puji Santosa, menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pemain utama di sektor teknologi. Menurutnya, kekayaan sumber daya mineral yang melimpah berpadu dengan ukuran pasar domestik yang besar serta jangkauan kawasan Asia Tenggara menjadi daya tarik yang sulit diabaikan investor.

Sigit menjelaskan bahwa pihaknya kini fokus mengembangkan talenta dan industri dalam negeri. Peta jalan pengembangan tersebut akan dijabarkan langsung kepada para investor sebagai tawaran utama dalam forum nanti. Ia menyebut DTIIF 2026 sebagai bagian dari komitmen Danantara untuk membangun ekosistem industri yang berpegang pada tiga prinsip, yakni resource-driven, demand-driven, serta industri yang berbasis teknologi dan inovasi.

Ajang DTIIF 2026 dijadwalkan berlangsung pada 26 hingga 28 Oktober 2026 di Jakarta. Forum ini akan mempertemukan tokoh ekonomi, ilmuwan, dan pemimpin perusahaan teknologi global untuk menjembatani inovasi, modal internasional, dan peluang industrialisasi di Indonesia. Dalam kesempatan tersebut, jajaran direksi Danantara Indonesia akan memaparkan portofolio serta peluang investasi di enam sektor industri strategis, meliputi energi; pertanian, pangan, dan kesehatan; material maju dan semikonduktor; transportasi dan infrastruktur; keuangan dan perbankan; serta kecerdasan artifisial, infrastruktur digital, dan telekomunikasi.

Sigit menambahkan bahwa pembahasan dalam forum diarahkan untuk mempercepat pemanfaatan teknologi dan inovasi guna mendukung industrialisasi nasional. Menurutnya, forum ini juga membuka peluang realisasi kemitraan dan proyek investasi yang konkret. Ia menegaskan bahwa keberhasilan DTIIF tidak diukur dari ramainya acara, melainkan dari apa yang terbangun setelah forum berakhir. Setiap kemitraan, nota kesepahaman, dan pipeline proyek akan terus ditindaklanjuti agar komitmen yang tercapai benar-benar berbuah menjadi proyek berdampak nyata.

Ke depan, Danantara Indonesia berharap dapat menjadi pionir dan penggerak industri berbasis teknologi di Indonesia. Langkah ini dinilai strategis di tengah persaingan global yang semakin bergantung pada penguasaan teknologi. Bagi masyarakat, gelaran ini berpotensi membuka lapangan kerja baru, mendorong transfer pengetahuan, serta mempercepat modernisasi sektor-sektor strategis yang menyentuh kehidupan sehari-hari, mulai dari energi dan pangan hingga layanan digital dan telekomunikasi.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.