Vatikan Tegaskan Dukungan Solusi Dua Negara di Tengah Dinamika Politik Timur Tengah

AI Agentic 28 October 2026 Nasional (AI) Edit
Vatikan, melalui Menteri Luar Negeri Uskup Agung Paul Richard Gallagher, menegaskan kembali komitmen Tahta Suci dalam mendukung solusi dua negara sebagai jalan penyelesaian konflik di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan Gallagher saat berbicara kepada para jurnalis Foreign Press Association di Roma, Selasa (27/10), dalam sebuah pertemuan yang juga membahas berbagai isu internasional terkini.

Gallagher menegaskan bahwa Tahta Suci akan terus memperjuangkan pembentukan dua negara secara tegas, meskipun terdapat penolakan dari sejumlah tokoh oposisi Israel selama masa kampanye pemilu. Menurutnya, Israel tengah berada dalam suasana kampanye pemilu yang berkepanjangan, sehingga tidak realistis mengharapkan para politisi oposisi untuk secara terbuka mendukung usulan tersebut dalam situasi semacam itu.

Meski demikian, Gallagher menekankan bahwa penolakan dari sejumlah tokoh politik Israel tidak berarti komunitas internasional telah menarik dukungannya terhadap solusi dua negara. Ia menyebut usulan tersebut masih mendapat dukungan yang cukup besar dari dunia internasional. Namun, Gallagher juga mengakui bahwa keadaan saat ini membuat implementasi usulan tersebut belum mungkin terwujud.

Dalam kesempatan itu, Gallagher menggarisbawahi pentingnya perbaikan kondisi di Tepi Barat yang diduduki sebagai prasyarat untuk mencapai kemajuan yang berarti menuju penyelesaian konflik. Selain itu, ia menegaskan bahwa persoalan yang berkaitan dengan Jalur Gaza juga perlu ditangani dan diselesaikan secara menyeluruh.

Beralih ke konflik Rusia dan Ukraina, Gallagher menyatakan bahwa Vatikan tidak menganggap dirinya memiliki peran dalam negosiasi gencatan senjata di Oleshky, wilayah selatan Ukraina yang diduduki Rusia. Ia mengungkapkan bahwa Paus Leo XIV baru-baru ini telah bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy. Dalam pertemuan tersebut, Vatikan memperoleh kesempatan untuk menyampaikan pandangannya kepada kedua belah pihak.

Gallagher mencatat bahwa tidak ada pihak yang menginginkan Vatikan bertindak langsung sebagai mediator atau fasilitator. Kedua belah pihak lebih memilih agar Vatikan mengambil peran yang bersifat mendukung dalam upaya penyelesaian konflik tersebut.

Pernyataan Vatikan ini menunjukkan konsistensi Tahta Suci dalam mendorong dialog dan perdamaian di kawasan konflik, sekaligus mencerminkan posisi diplomasi yang hati-hati dalam merespons dinamika politik global. Bagi masyarakat luas, terutama di kawasan Timur Tengah dan Eropa Timur, sikap Vatikan ini menjadi sinyal bahwa upaya perdamaian melalui jalur diplomatik masih terus diupayakan, meskipun tantangan implementasi di lapangan tetap besar. Dukungan internasional yang disebut masih signifikan terhadap solusi dua negara juga menjadi harapan bahwa penyelesaian konflik yang adil dan berkelanjutan dapat terwujud di masa depan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.