Menpora Erick Thohir Ajak Pemuda Refleksikan Persatuan Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda
Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengajak generasi muda Indonesia untuk merefleksikan kembali nilai persatuan dan komitmen kebangsaan, terutama menjelang peringatan satu abad Sumpah Pemuda pada 2028. Menurutnya, persatuan merupakan fondasi utama yang harus dibangun dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menegaskan bahwa pembicaraan tentang kemajuan bangsa tidak bisa dilepaskan dari persatuan sebagai landasan utamanya.
Erick menyampaikan hal tersebut dalam keterangan tertulis di Jakarta pada Rabu, dengan menekankan bahwa isu kepemudaan perlu mendapat perhatian lebih besar dalam agenda pembangunan nasional. Ia menyebut Presiden Prabowo Subianto melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan perhatian serius terhadap pembangunan kepemudaan ke depan dengan menempatkan persatuan sebagai salah satu pilar utama. Menurut Erick, pembangunan bangsa tidak akan berjalan optimal apabila masyarakat, termasuk organisasi-organisasi kepemudaan, masih terpecah belah. Ia mengaku sependapat dengan visi Presiden yang menekankan pentingnya persatuan sebagai jalan menuju kemajuan, karena pembangunan bangsa tidak mungkin terwujud di tengah perpecahan.
Menpora menilai peringatan satu abad Sumpah Pemuda pada 2028 menjadi momentum penting bagi Indonesia untuk mengevaluasi perjalanan pembangunan kepemudaan sekaligus merumuskan arah dan tantangan generasi muda di masa depan. Ia mengingatkan bahwa Sumpah Pemuda pada 1928 membuktikan kemampuan para pemuda dari berbagai daerah dan latar belakang etnis untuk menyatukan tekad sebagai satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa meskipun memiliki keragaman identitas. Menurutnya, semangat tersebut mencerminkan keberhasilan bangsa hingga saat ini, dengan Bhinneka Tunggal Ika sebagai kekuatan pemersatu.
Erick juga menyoroti perbedaan tantangan yang dihadapi pemuda dahulu dan sekarang. Jika pada 1928 perjuangan pemuda berlangsung di tengah kolonialisme, generasi muda saat ini menghadapi perubahan global yang mencakup dinamika geopolitik, geoekonomi, digitalisasi, serta persoalan kesempatan kerja. Meski konteksnya berbeda, ia menilai kedua periode memiliki kesamaan, yakni sama-sama menuntut kemampuan generasi muda untuk merespons perubahan zaman dan menentukan arah masa depan bangsa. Ia menyebut situasi saat ini mirip dengan masa lalu, di mana perubahan dunia di bidang geopolitik, geoekonomi, digitalisasi, dan lapangan kerja menjadi kenyataan yang harus dihadapi.
Lebih lanjut, Erick menyoroti peningkatan jumlah penduduk usia muda sebagai bagian dari bonus demografi Indonesia. Menurutnya, kondisi tersebut harus dikelola dengan tepat agar menjadi kekuatan bagi pembangunan nasional dan tidak justru menimbulkan persoalan baru, terutama terkait pengangguran. Karena itu, ia ingin memperluas ruang dialog dengan generasi muda, akademisi, pegiat kepemudaan, dan insan media untuk menyerap pandangan serta gagasan mengenai arah pembangunan kepemudaan Indonesia dalam satu abad mendatang. Ia menyatakan keinginannya untuk mendengar langsung aspirasi dari pemuda, akademisi, pegiat kepemudaan, dan media mengenai arah yang ingin dicapai seratus tahun ke depan. Kementerian Pemuda dan Olahraga juga terus mendorong berbagai program kepemudaan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing generasi muda Indonesia.
Analisis singkat dampak bagi masyarakat: ajakan Menpora ini menegaskan bahwa persatuan tetap menjadi prasyarat utama pembangunan, terutama di tengah tantangan global dan digital yang semakin kompleks. Bagi masyarakat, khususnya generasi muda, penekanan pada dialog dan pengelolaan bonus demografi menjadi sinyal bahwa kebijakan kepemudaan ke depan akan diarahkan pada penciptaan kesempatan kerja dan peningkatan daya saing. Jika dikelola dengan baik, momentum menuju 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028 dapat menjadi titik balik penguatan peran pemuda dalam pembangunan nasional sekaligus mencegah potensi masalah pengangguran akibat ledakan penduduk usia muda.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.