Bupati Bogor Tegaskan Peran Krusial Dapur SPPG: Sukses MBG Ada di Tangan Pengelola
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa keberhasilan program Makan Bergizi Gratis atau MBG sangat bergantung pada tanggung jawab para pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG di daerah tersebut. Penegasan ini disampaikan Rudy saat memimpin rapat koordinasi secara daring bersama seluruh pengelola SPPG se-Kabupaten Bogor dari Pendopo Bupati di Cibinong, Rabu.
Dalam arahannya, Rudy mengingatkan bahwa setiap kesalahan sekecil apa pun dalam pelaksanaan program MBG dapat memengaruhi penilaian masyarakat terhadap program yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut. Ia menekankan bahwa apresiasi atas keberhasilan program akan diberikan kepada para pengelola dapur SPPG, namun sebaliknya, jika terjadi kesalahan, yang akan disorot adalah program presiden. Karena itu, ia meminta seluruh pengelola SPPG bersama koordinator wilayah Bogor Raya segera melakukan evaluasi menyeluruh untuk memastikan program berjalan dengan baik dan lancar.
Rudy menjelaskan bahwa setiap pengelola dapur memikul tanggung jawab besar dalam menjaga keberhasilan program yang menjadi salah satu prioritas pemerintah pusat itu. Menurutnya, program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan pemenuhan gizi peserta didik, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat di daerah. Keberadaan dapur SPPG di berbagai wilayah dinilai turut mendorong perputaran ekonomi melalui penyerapan hasil pertanian dan kebutuhan bahan pangan lokal.
Ia menuturkan bahwa pemerintah daerah sangat diuntungkan dengan adanya dapur-dapur SPPG dan program makan bergizi gratis ini. Keuntungan tersebut bukan berupa tambahan pendapatan yang masuk secara langsung ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah atau APBD, melainkan peningkatan aktivitas ekonomi yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat. Kebutuhan bahan pangan untuk operasional dapur SPPG membuka peluang pasar bagi petani dan pelaku usaha lokal sehingga hasil produksi pertanian di Kabupaten Bogor dapat terserap dengan baik.
Menurut Rudy, program MBG dirancang pemerintah pusat tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, tetapi juga untuk menggerakkan roda perekonomian di berbagai wilayah Indonesia. Karena itu, ia mengajak seluruh pengelola SPPG meningkatkan koordinasi dan melakukan evaluasi bersama agar manfaat program MBG dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
Dampak dari arahan ini bagi masyarakat cukup signifikan. Dengan evaluasi yang ketat dan koordinasi yang solid antar pengelola SPPG, kualitas layanan MBG diharapkan semakin membaik sehingga asupan gizi peserta didik terjamin. Selain itu, penyerapan hasil pertanian lokal yang terus didorong akan memperkuat ekonomi petani dan pelaku usaha pangan di Kabupaten Bogor, menjadikan program ini bukan sekadar intervensi gizi, tetapi juga penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat daerah.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.