Tiga Atlet Parkour Indonesia Siap Unjuk Gigi di Piala Dunia Beijing
Jakarta - Federasi Gimnastik Indonesia (FGI) resmi mengirimkan tiga atlet terbaiknya untuk berlaga di Piala Dunia Parkour 2026 yang berlangsung di Beijing, China, pada 30 Oktober hingga 1 November mendatang. Ketiga atlet tersebut adalah Putra Waluya Nuryayi dan Doni Zaenal Ramdani yang akan tampil di nomor speed, serta Rezza Tirtamarhaenis Putra Fansa di nomor freestyle. Mereka akan didampingi pelatih Aldiansa Respati selama kejuaraan yang masuk dalam kalender resmi Federasi Gimnastik Internasional (FIG) atau World Gymnastics itu.
Keikutsertaan Indonesia ini merupakan bagian dari program pembinaan FGI di bawah kepemimpinan Ita Yuliati, yang bertujuan memberikan pengalaman bertanding sekaligus meningkatkan kemampuan atlet parkour dalam menghadapi persaingan internasional. Langkah ini menunjukkan keseriusan federasi dalam mencetak atlet berkualitas di kancah dunia. Sebelumnya, Putra dan Rezza telah menorehkan prestasi membanggakan pada Indonesia Open Gymnastics 2024 di Jakarta, dengan Putra menjuarai nomor speed dan Rezza tampil terbaik di kategori freestyle open.
Bagi Putra, kejuaraan di Beijing bukanlah pengalaman internasional pertamanya. Ia sebelumnya mewakili Indonesia dalam Kejuaraan Dunia Parkour 2024 di Kitakyushu, Jepang, pada 15-17 November. Saat itu, Indonesia hanya mengirimkan satu atlet. Kini, FGI memperluas kesempatan dengan mengirim tiga atlet untuk bersaing di Piala Dunia, sebuah peningkatan yang signifikan dalam strategi pembinaan.
Piala Dunia Parkour 2026 di Beijing akan digelar di Shougang Park, salah satu lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022. Kejuaraan ini mempertandingkan dua nomor utama, yakni speed yang mengutamakan kecepatan atlet melewati berbagai rintangan, dan freestyle yang menitikberatkan kesulitan, kreativitas, serta kualitas gerakan. Babak kualifikasi freestyle putra dijadwalkan pada Jumat, 30 Oktober, dengan final pada Sabtu, 31 Oktober. Sementara itu, kualifikasi speed putra berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober, dilanjutkan semifinal dan final pada Minggu, 1 November. Ajang di Beijing ini juga menjadi seri ketiga sekaligus penutup rangkaian Piala Dunia Parkour 2026.
Partisipasi Indonesia di Piala Dunia Parkour 2026 membawa dampak positif bagi perkembangan olahraga parkour Tanah Air. Kehadiran tiga atlet di ajang bergengsi ini tidak hanya meningkatkan pengalaman bertanding mereka, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi parkour Indonesia untuk diakui di kancah internasional. Dengan persaingan yang semakin ketat, prestasi di Beijing diharapkan mampu memacu semangat generasi muda untuk menekuni olahraga ini dan mendorong federasi terus mengembangkan program pembinaan yang lebih luas.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.