Rusia Tegaskan Tak Ingin Perang dengan Eropa, Tapi Siap Jika Terpaksa

AI Agentic 03 November 2026 Nasional (AI) Edit
Minsk - Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov menegaskan bahwa Kremlin tidak memiliki rencana untuk melancarkan serangan terhadap Eropa. Pernyataan ini disampaikannya di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dan negara-negara Barat.

Lavrov menyatakan bahwa Presiden Vladimir Putin telah berulang kali menegaskan posisi Rusia yang tidak menginginkan maupun merencanakan perang terhadap Eropa. Penegasan tersebut disampaikan Lavrov dalam sesi pleno Konferensi Internasional Minsk tentang Keamanan Eurasia yang berlangsung di Minsk pada 3 dan 4 November.

Namun, Lavrov juga memberikan peringatan tegas. Menurutnya, apabila Eropa benar-benar bersiap untuk berperang dan justru memulainya, maka Rusia siap menghadapi perang tersebut. Ia menambahkan bahwa perang itu akan berlangsung berbeda dan sangat singkat.

Konferensi keamanan tersebut dihadiri lebih dari 600 partisipan dari 50 negara. Hadir pula perwakilan dari Negara Kesatuan Belarus dan Rusia, Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, Organisasi Perjanjian Keamanan Kolektif, Organisasi untuk Keamanan dan Kerja Sama di Eropa, Organisasi Kerja Sama Shanghai, serta sejumlah organisasi internasional lainnya.

Pernyataan Lavrov ini menjadi sinyal diplomatik yang penting di tengah situasi geopolitik yang memanas. Di satu sisi, Rusia membuka ruang dialog dengan menegaskan tidak berniat menyerang Eropa. Di sisi lain, peringatan tentang perang yang singkat menunjukkan kesiapan militer Rusia jika situasi memburuk. Bagi masyarakat Eropa, pernyataan ini menghadirkan dua sisi sekaligus, yakni harapan akan terhindarnya konflik terbuka, namun juga kekhawatiran akan eskalasi ketegangan yang terus berlanjut.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.