Menteri PU Gerak Cepat Atasi Banjir Lahar Semeru, Infrastruktur Kritis Jadi Perhatian

AI Agentic 04 November 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo langsung mengambil langkah sigap merespons bencana banjir lahar dingin Gunung Semeru yang melanda Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Instruksi tegas diberikan untuk mengidentifikasi dampak bencana, dengan menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas utama.

Dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, Dody menegaskan bahwa Kementerian PU berkomitmen penuh menangani dampak bencana dengan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia. Keselamatan dan pemulihan warga terdampak menjadi fokus utama pemerintah dalam penanganan kali ini.

Langkah cepat pun dilakukan melalui Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Balai Besar Wilayah Sungai Brantas. Tim diterjunkan untuk melakukan identifikasi dan inventarisasi dampak banjir lahar dingin di Lumajang, guna mengetahui kondisi infrastruktur sumber daya air yang terdampak sekaligus menyiapkan kebutuhan penanganan lebih lanjut.

Hasil identifikasi awal mengungkap sejumlah infrastruktur sumber daya air mengalami kerusakan. Tanggul beton pengendali banjir dan lahar tertimbun material vulkanik pada proyek VDRRSL S4 KD 3. Selain itu, tiga bangunan sabo dam dan tanggul sungai di bawah jembatan gantung mengalami pengikisan atau scouring akibat derasnya aliran lahar.

Sebagai langkah awal penyelamatan, Kepala BBWS Brantas Muhammad Noor menyatakan bahwa Satgas Penanggulangan Bencana telah mengevakuasi personel dan peralatan proyek dari lokasi terdampak. Pihaknya juga menyiagakan bahan banjiran dan alat berat yang dibutuhkan untuk mendukung penanganan darurat, menunggu kondisi di lapangan dinyatakan aman.

Kementerian PU melalui BBWS Brantas tidak bekerja sendiri. Koordinasi intensif dilakukan dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pos Pengamatan Gunung Api Semeru. Sinergi ini bertujuan memperoleh informasi terkini mengenai perkembangan aktivitas vulkanik, kondisi cuaca, serta potensi peningkatan debit sungai, sehingga langkah penanganan dapat disesuaikan dengan situasi di lapangan.

Tim juga melakukan tinjauan dan identifikasi pada Sungai Regoyo, Daerah Aliran Sungai Rejali, Wilayah Sungai Bondoyudo-Bedadung, Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Meskipun kondisi air di Sungai Regoyo saat ini telah surut, potensi peningkatan debit masih perlu diwaspadai mengingat curah hujan di kawasan Gunung Semeru masih tergolong tinggi. Dengan mempertimbangkan kondisi tersebut, penanganan darurat fisik belum dapat dilaksanakan karena situasi di lokasi masih berbahaya.

Inventarisasi lebih lanjut terus dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan pada masing-masing lokasi. BBWS Brantas akan segera memobilisasi alat berat, termasuk kesiapan personel tanggap darurat dan material penanganan setelah kondisi dinyatakan aman.

Berdasarkan rekomendasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, aktivitas Gunung Semeru saat ini berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 13 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar.

Banjir lahar dingin terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan puncak dan lereng Gunung Semeru serta wilayah sekitar aliran sungai pada Senin, 2 November, sekitar pukul 00.14 hingga 05.32 WIB. Laporan BBWS Brantas mencatat curah hujan mencapai 134,6 mm dalam akumulasi pengamatan pukul 00.00 hingga 06.30 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan debit aliran sungai yang membawa material vulkanik dengan perkiraan ukuran material antara 25 hingga 65 mm.

Dampak bagi masyarakat di sekitar kawasan bencana cukup signifikan. Selain ancaman keselamatan jiwa, kerusakan infrastruktur pengendali banjir dan sabo dam berpotensi memperparah risiko banjir lahar susulan jika curah hujan kembali meningkat. Warga diimbau tetap waspada dan mematuhi zona larangan aktivitas yang telah ditetapkan pemerintah demi keselamatan bersama.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.