Jalur Vital Lintas Sumatera 'Terluka' Parah: PUPR dan HK Pacu Perbaikan Puluhan Titik Amblas Akibat Bencana
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bersama PT Hutama Karya (HK) mempercepat perbaikan puluhan titik jalan yang amblas atau terban di ruas Jalan Lintas Sumatera. Kondisi infrastruktur vital ini rusak parah akibat serangkaian bencana longsor dan banjir yang melanda. Perbaikan ini krusial lantaran jalur tersebut menjadi penghubung utama tiga wilayah strategis di Sumatera Utara (Sumut), yakni Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kotamadya Sibolga, memastikan konektivitas ekonomi dan sosial tetap terjaga di tengah tantangan pascabencana.
Pelaksana Lapangan PT Hutama Karya, Welliham Sinaga, menjelaskan bahwa dua ruas jalan utama tengah dikebut perbaikannya, mencakup total panjang 57 kilometer yang menghubungkan ketiga daerah tersebut. Saat ini, fokus pengerjaan awal berada di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, pada segmen sepanjang 60 meter yang disebut sebagai titik permulaan. Alat berat dikerahkan untuk menimbun material dari atas dan mengeruk sisa longsor yang menimpa lahan pertanian warga. Demi keamanan dan kelancaran arus lalu lintas di lokasi perbaikan, sistem buka tutup diberlakukan. Namun, puluhan titik amblas di sepanjang ruas tersebut masih menyebabkan penyempitan jalan dan menimbulkan bahaya serius bagi para pengendara. "Jalan ini sangat vital bagi masyarakat, kondisinya saat ini tentu membahayakan. Kami berharap jalan ini segera diperbaiki," ujar Dumaria Boru Hutagalung, seorang warga Dolok Nauli, menggambarkan urgensi perbaikan yang sangat dinanti.
Percepatan perbaikan jalan ini merupakan bagian integral dari upaya pemulihan pascabencana yang lebih luas di Sumatera. Pemerintah sebelumnya telah memperkirakan total anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di Pulau Sumatera dapat mencapai lebih dari Rp50 triliun, bahkan beberapa ekonom memproyeksikan angka ini bisa membengkak hingga Rp70 triliun untuk tiga provinsi terdampak parah. Secara khusus, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara sendiri telah mengalokasikan sekitar Rp430 miliar untuk penanganan pascabencana, termasuk infrastruktur jalan. Meski ruas-ruas utama jalan nasional kini sudah tersambung dan dapat dilalui, proses rekonstruksi permanen masih terus berjalan di banyak titik. Komitmen anggaran besar dan kerja keras di lapangan menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengembalikan fungsi vital infrastruktur serta memastikan keselamatan dan kelancaran mobilitas warga di kawasan terdampak bencana.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.