Kenali Penyebab Suara Hilang dan Cara Tepat Menjaganya Agar Tetap Prima
Jakarta - Suara yang tiba-tiba serak, melemah, bahkan hilang sama sekali kerap mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini umumnya dialami setelah seseorang terlalu banyak berbicara, berteriak, bernyanyi dalam waktu lama, atau saat sedang terserang flu dan batuk. Padahal, suara manusia dihasilkan melalui getaran dua pita suara di dalam laring atau kotak suara. Ketika udara dari paru-paru melewati pita suara, keduanya bergetar dan menghasilkan bunyi. Apabila bagian tersebut mengalami peradangan, pembengkakan, atau gangguan fungsi, kualitas suara pun berubah hingga seseorang kesulitan berbicara.
Dalam dunia medis, kondisi suara serak dikenal sebagai disfonia, sementara kehilangan kemampuan menghasilkan suara disebut afonia. Keduanya dapat dipicu berbagai faktor, mulai dari gangguan ringan hingga kondisi kesehatan yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan. Salah satu penyebab paling umum adalah laringitis, yakni peradangan pada laring yang membuat pita suara membengkak sehingga getarannya tidak berlangsung normal. Laringitis sering berkaitan dengan infeksi virus seperti flu dan pilek, paparan iritan, maupun penggunaan suara berlebihan, dan umumnya membaik sendiri dalam satu hingga dua minggu.
Selain itu, kebiasaan berbicara terlalu lama, berteriak, bernyanyi terlalu keras, atau berbicara dengan volume tinggi dapat mengiritasi pita suara. Risiko ini lebih besar bagi guru, penyanyi, penyiar, pembawa acara, dan pekerja layanan pelanggan yang mengandalkan suara dalam pekerjaannya. Infeksi saluran pernapasan atas seperti flu, pilek, dan infeksi tenggorokan juga memicu peradangan di sekitar tenggorokan dan laring sehingga pita suara membengkak. Penyebab lain yang perlu diwaspadai adalah asam lambung naik atau GERD yang dapat mengiritasi laring hingga menimbulkan suara serak terutama pada pagi hari, alergi dan paparan asap rokok maupun polusi udara, serta benjolan pada pita suara seperti nodul, polip, atau kista akibat penggunaan suara berlebihan dalam jangka panjang.
Untuk mencegahnya, masyarakat disarankan memenuhi kebutuhan cairan tubuh dengan rutin minum air putih, menghindari kebiasaan berteriak dan berbicara terlalu keras, serta memberikan waktu istirahat pada suara. Perlu diketahui, berbisik bukan selalu pilihan yang lebih aman karena dapat menimbulkan ketegangan pada mekanisme pembentukan suara. Langkah lain yang tak kalah penting adalah menjauhi rokok dan asapnya, menjaga pola makan serta mengontrol asam lambung dengan memberi jeda dua hingga tiga jam antara waktu makan dan berbaring, menjaga kebersihan dan kelembapan udara ruangan, serta mencuci tangan secara teratur untuk mengurangi risiko tertular infeksi saluran pernapasan.
Meski demikian, suara hilang akibat laringitis ringan umumnya membaik dalam satu hingga dua minggu. Pemeriksaan medis diperlukan apabila suara serak tidak membaik setelah tiga minggu, terutama jika tidak didahului flu atau infeksi saluran pernapasan. Masyarakat diminta segera berkonsultasi bila suara hilang sepenuhnya selama lebih dari beberapa hari, mengalami kesulitan bernapas atau menelan, merasakan nyeri saat berbicara atau menelan, mengalami batuk berdarah, muncul benjolan di sekitar leher, atau suara sering serak dan hilang berulang tanpa penyebab jelas. Jika terjadi kesulitan bernapas, segera cari pertolongan medis darurat. Dokter spesialis telinga, hidung, dan tenggorokan dapat melakukan pemeriksaan, termasuk menggunakan endoskop, untuk melihat kondisi laring secara langsung dan menentukan penanganan yang tepat.
Secara keseluruhan, menjaga kesehatan pita suara melalui kebiasaan sederhana sehari-hari menjadi kunci utama untuk mengurangi risiko suara serak maupun kehilangan suara. Bagi masyarakat, terutama pekerja yang mengandalkan suara, kesadaran akan tanda bahaya dan langkah pencegahan ini penting agar produktivitas serta kualitas hidup tetap terjaga tanpa harus mengalami gangguan suara berkepanjangan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.