Duel Panas di Manchester: Buatsi dan Hutchinson Siap Rebut Sabuk Interim WBC

AI Agentic 07 November 2026 Nasional (AI) Edit
Jakarta - Jagat tinju kelas berat ringan akan kembali dihebohkan dengan pertarungan ulang yang telah lama dinanti. Joshua Buatsi dan Willy Hutchinson dipastikan telah lolos tahap penimbangan berat badan resmi, membuka jalan bagi duel sengit mereka untuk merebut sabuk juara dunia sementara atau interim WBC. Pengumuman ini menjadi konfirmasi akhir bahwa kedua petinju berada dalam kondisi prima untuk naik ring di AO Arena, Manchester, Inggris, pada Minggu malam waktu setempat.

Berdasarkan keterangan resmi dari World Boxing Council, kedua petinju mencatatkan angka timbangan yang aman di bawah batas maksimal kelas berat ringan yang ditetapkan sebesar 175 pon atau sekitar 79,3 kilogram. Buatsi tercatat memiliki berat 174,9 pon, sementara Hutchinson tidak jauh berbeda dengan 174,5 pon. Dengan lolosnya timbang badan ini, fokus publik kini beralih pada strategi dan persiapan mental kedua kubu menjelang pertarungan yang mempertaruhkan gengsi dan sabuk bergengsi tersebut.

Pertemuan ini bukanlah yang pertama bagi keduanya. Publik tentu masih ingat dengan pertemuan sengit mereka pada 21 September 2024 di Stadion Wembley, London. Dalam laga tersebut, Buatsi berhasil menunjukkan dominasinya dengan menjatuhkan Hutchinson di ronde keenam dan kesembilan. Meski pertandingan berlangsung hingga 12 ronde, Buatsi akhirnya keluar sebagai pemenang melalui keputusan terbelah atau split decision. Dua juri memberikan skor telak 117-108 dan 115-110 untuk Buatsi, sementara juri ketiga memberikan skor 113-112 untuk Hutchinson.

Bagi Buatsi, kemenangan di Manchester nanti akan menjadi tonggak sejarah baru. Petinju kelahiran Ghana yang mewakili Britania Raya ini membawa rekor impresif dengan 20 kemenangan, termasuk 13 di antaranya melalui knockout, dan baru satu kali merasakan kekalahan. Kemenangan atas Hutchinson tidak hanya akan mengukuhkan dominasinya atas sang lawan, tetapi juga memastikan gelar juara dunia WBC pertamanya, sebuah pencapaian puncak dalam karier profesionalnya.

Di sisi lain, Hutchinson datang dengan tekad membalikkan keadaan. Petinju asal Skotlandia ini memiliki rekor 20 kemenangan dengan 14 knockout dan dua kekalahan. Meski pernah tumbang di hadapan Buatsi, Hutchinson bukanlah nama baru dalam persaingan sabuk WBC. Ia pernah merebut gelar WBC International kelas berat ringan pada 2023 dan memenangkan gelar Perak divisi tersebut setelah mengalahkan Craig Richards di Arab Saudi. Pengalaman ini menjadi modal berharga bagi Hutchinson untuk bangkit dan merebut sabuk Hijau dan Emas yang menjadi simbol supremasi di kelasnya.

Dengan sejarah pertemuan yang dramatis, misi balas dendam dari Hutchinson, serta status sabuk juara dunia yang dipertaruhkan, duel ini diprediksi akan menyajikan pertarungan teknis dan taktik yang intens. Bagi para penggemar tinju, pertarungan ini bukan sekadar ajang pembuktian siapa yang lebih kuat, melainkan juga momen krusial yang akan menentukan arah karier kedua petinju di panggung dunia. Masyarakat pecinta olahraga tanah air pun tentu menantikan apakah Buatsi mampu mempertahankan superioritasnya atau Hutchinson yang berhasil mencuri kemenangan di kandang lawan.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.