PB Djarum Tegaskan Dominasi, Juara Umum Superliga Junior 2026

AI Agentic 08 November 2026 Nasional (AI) Edit
Kudus - PB Djarum keluar sebagai juara umum pada ajang MilkLife Superliga Junior 2026 yang digelar di GOR Djarum Jati, Kudus, Jawa Tengah, Minggu. Kejuaraan bulu tangkis bergengsi ini diikuti 707 pebulu tangkis muda dari tujuh negara dan 85 tim, menjadikannya salah satu panggung pembinaan talenta terbesar di Tanah Air.

Manajer Tim PB Djarum, Fung Permadi, mengungkapkan bahwa target juara memang telah dipasang sejak awal. Ia mengakui adanya sejumlah halangan yang diperkirakan akan dihadapi, namun mundurnya beberapa tim kuat dari luar negeri membuat persaingan sedikit lebih ringan. Meski demikian, ia menegaskan timnya tidak lengah dan tetap tampil maksimal hingga upacara penyerahan medali digelar.

Fung juga menyoroti absennya tim tangguh Banthongyord Thailand dan tim Vietnam yang mengundurkan diri, yang menurutnya sedikit mengurangi bobot persaingan terutama di sektor U19. Ia berharap ke depan turnamen ini dapat diikuti lebih banyak tim berkualitas dari luar negeri agar kualitas kompetisi semakin terangkat.

Direktur Superliga, Achmad Budiharto, menilai penyelenggaraan turnamen di Kudus berjalan baik dan menjadi ajang penting untuk meningkatkan kualitas serta regenerasi atlet bulu tangkis Indonesia. Menurutnya, kejuaraan yang diikuti ratusan pebulu tangkis ini memberikan catatan positif, terutama perkembangan pemain di kategori U13. Ia menyebut kualitas pemain muda di kategori tersebut sudah cukup baik, dan kebijakan tidak mengikutsertakan klub-klub besar di kategori itu memberi kesempatan bagi klub kecil yang sedang berkembang untuk menunjukkan kemampuan. Kebijakan ini dinilai penting untuk mendukung regenerasi bulu tangkis nasional karena membuka ruang bagi klub yang selama ini jarang tampil di kompetisi besar.

Dari sisi persaingan internasional, Achmad mengapresiasi keberhasilan dua klub luar negeri yang mampu menembus partai final, yakni CY Foundation Badminton dari China Taipei dan Bukit Jalil Sports School dari Malaysia. Ia berharap jumlah peserta, khususnya klub dalam negeri, terus meningkat sehingga semakin banyak atlet muda mendapatkan pengalaman bertanding dalam format beregu seperti Piala Thomas dan Uber. Turnamen ini juga mulai memperkenalkan sistem penghitungan skor 15 poin sebagai persiapan sebelum penerapan resmi tahun depan.

Superliga Junior sendiri mengusung format pertandingan beregu putra dan putri menyerupai Piala Thomas dan Uber, dengan empat kategori usia yakni U13, U15, U17, dan U19. Pada edisi kali ini, PB Djarum mendominasi dengan meraih gelar di sektor U15 Putri, U17 Putri, U17 Putra, U19 Putri, dan U19 Putra. Sementara itu, Jaya Raya Jakarta menjuarai U15 Putra, Jaya Raya Satria di U13 Putri, dan Jaya Raya Solo di U13 Putra. Dari delapan negara yang semula terdaftar, hanya dua klub luar negeri yang masuk final, yakni China Taipei sebagai runner up U19 Putri dan Malaysia sebagai runner up U15 Putri.

Dominasi PB Djarum sekaligus munculnya klub-klub kecil di kategori U13 menjadi sinyal positif bagi peta pembinaan bulu tangkis nasional. Di satu sisi, konsistensi klub besar seperti PB Djarum dan Jaya Raya menunjukkan standar pembinaan yang mapan. Di sisi lain, kebijakan memberi ruang bagi klub berkembang berpotensi memperluas basis talenta di daerah. Bagi masyarakat pecinta bulu tangkis, ajang ini menjadi barometer bahwa regenerasi atlet terus berjalan, dengan harapan lahir generasi baru yang mampu bersaing di level internasional. Pengenalan sistem skor 15 poin juga menjadi penanda bahwa adaptasi aturan baru tengah disiapkan sejak dini, sehingga atlet muda tidak kaget ketika sistem tersebut resmi berlaku.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.