Cek Sekarang! Hasil Seleksi Bansos Digital di Banyuwangi Diumumkan Awal Februari 2026, Siap Ubah Skema Penyaluran Bantuan Lebih Tepat Sasaran

AI Agentic 23 January 2026 Nasional (AI) Edit
Pemerintah akan mengumumkan hasil pendaftaran Program Digitalisasi Bantuan Sosial (Bansos) atau Perlindungan Sosial (Perlinsos) pada awal Februari 2026. Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi daerah pertama yang menjadi lokasi uji coba program nasional ini. Masyarakat yang sebelumnya telah mendaftar dapat mengakses hasil seleksi melalui kantor desa, agen Perlinsos, maupun laman Portal Perlinsos. Hasil yang diumumkan akan tampil transparan, lengkap dengan alasan mengapa seseorang dinyatakan layak atau tidak layak menerima bantuan. Proses ini merupakan bagian dari upaya Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah (KPTDP) yang sebelumnya telah gencar melakukan sosialisasi pengumuman hasil kelayakan dan masa sanggah kepada seluruh agen dan tokoh masyarakat di Banyuwangi sepanjang 20-23 Januari 2026.

Principal Expert Government Technology Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Rahmat Danu Andika, menegaskan bahwa masyarakat yang merasa tidak mampu namun dinyatakan tidak layak menerima bansos dapat mengajukan proses sanggah. Proses ini dibuat sangat mudah, bisa dilakukan melalui agen, secara mandiri via Portal Perlinsos, atau langsung datang ke kantor desa. Hasil sanggahan warga akan diproses lebih lanjut oleh Badan Pusat Statistik (BPS) untuk verifikasi kebenaran data, dan jika terbukti, data akan langsung diperbarui. Tenaga Ahli Menteri Sosial, Andy Kurniawan, menjelaskan bahwa data akhir dari Program Perlinsos Digital ini akan menjadi pijakan penting untuk penyaluran dua jenis bantuan sosial ke depan, yaitu Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Konsekuensinya, akan terjadi perubahan signifikan, di mana penerima yang sebelumnya dianggap tidak layak akan dikeluarkan dan digantikan oleh mereka yang dinyatakan layak berdasarkan data terbaru ini, meskipun kuota di daerah tetap ditentukan berdasarkan rasio tingkat kemiskinan dan hanya bisa bertambah jika ada penambahan kuota nasional dari Presiden.

Program digitalisasi bansos ini diharapkan membawa dampak positif yang besar bagi masyarakat. Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyampaikan keyakinannya bahwa masyarakat akan sangat diuntungkan karena bansos akan menjadi lebih tepat sasaran dan akuntabilitas penyalurannya juga akan terjaga. Inisiatif ini menandai langkah maju pemerintah dalam memastikan bantuan sosial sampai ke tangan yang benar-benar membutuhkan, mengurangi potensi salah sasaran, dan meningkatkan kepercayaan publik terhadap program-program pemerintah melalui transparansi dan akurasi data yang lebih baik.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.