Cegah Banjir Susulan! Pemprov Jatim Gercep Normalisasi Sungai Situbondo, Harapan Baru Warga Terwujud
Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) bergerak cepat merespons musibah banjir yang melanda Situbondo. Langkah konkret diambil dengan rencana segera melaksanakan normalisasi sungai-sungai di wilayah tersebut. Kebijakan ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang, memberikan jaminan keamanan bagi ribuan warga yang kerap dilanda kekhawatiran saat musim hujan tiba.
Normalisasi sungai menjadi krusial mengingat kondisi beberapa aliran air di Situbondo yang mengalami pendangkalan dan penyempitan akibat sedimentasi parah, diperparah oleh sampah dan erosi di hulu. Berdasarkan pengamatan dan laporan dari sejumlah pihak, kondisi tersebut seringkali menjadi penyebab utama meluapnya air sungai saat intensitas hujan tinggi. Langkah Pemprov Jatim ini tak hanya fokus pada pengerukan, melainkan juga penataan tebing sungai dan kemungkinan relokasi fasilitas yang menghambat aliran, sebagaimana praktik terbaik dalam mitigasi bencana hidrometeorologi.
Masyarakat Situbondo menyambut baik inisiatif Pemprov Jatim ini dengan harapan besar. Selama ini, ancaman banjir telah menjadi momok yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan perekonomian lokal. Dengan adanya normalisasi, diharapkan aliran sungai kembali lancar, daya tampung air meningkat, dan risiko banjir dapat diminimalisir secara signifikan. Pihak Pemprov Jatim berkomitmen untuk segera merealisasikan proyek ini dengan koordinasi berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat setempat, guna memastikan efektivitas dan keberlanjutan program jangka panjang demi Situbondo yang lebih tangguh terhadap bencana.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.