Jaga Warisan Dunia: Perpustakaan Kuno di Angkor Wat Kamboja Hampir Tuntas Dipugar
Para arkeolog kini tengah berpacu dengan waktu untuk mengembalikan kejayaan perpustakaan utara di objek wisata ikonik Angkor Wat, Kamboja. Upaya restorasi yang krusial ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk melestarikan situs Warisan Dunia UNESCO tersebut, memastikan bahwa kemegahan sejarah kompleks kuil kuno yang dibangun pada abad ke-12 ini tetap lestari bagi generasi mendatang. Proyek ini sangat vital mengingat status Angkor Wat sebagai jantung budaya dan daya tarik pariwisata utama Kamboja.
Menurut Otoritas Nasional APSARA (ANA) Kamboja dalam rilis pers terbaru, proyek restorasi empat bulan ini dijadwalkan rampung pada Februari 2026. Pekerjaan difokuskan untuk mengembalikan kondisi fisik perpustakaan di tingkat kedua Angkor Wat yang telah mengalami kerusakan signifikan. Mao Sokny, seorang petugas teknis di Departemen Konservasi Monumen dan Arkeologi Preventif ANA, menjelaskan bahwa fondasi batu telah rusak, beberapa blok bergeser dari posisi semula, dan sejumlah batu atap telah runtuh. Tim restorasi secara teliti mengganti batu fondasi yang hilang untuk stabilitas, menata ulang batu atap yang runtuh, dan menyegel fondasi dengan mortar tahan air. Selain itu, teknik perbaikan khusus diterapkan untuk memperkuat elemen-elemen yang mengalami pelapukan seperti tiang, dinding, kusen pintu, dan relief bas Apsara. Hingga saat ini, pekerjaan vital tersebut dilaporkan telah mencapai sekitar 60 persen, menunjukkan kemajuan yang signifikan.
Sebagai salah satu monumen utama dalam Taman Arkeologi Angkor seluas 401 kilometer persegi yang dihuni 91 kuil kuno, Angkor Wat merupakan daya tarik wisata utama Kamboja. Keberhasilan restorasi ini tidak hanya berarti penyelamatan artefak sejarah, tetapi juga menjaga magnet pariwisata yang vital bagi negara tersebut. Pada tahun 2025 saja, taman kuno ini berhasil menarik lebih dari 955.000 pengunjung mancanegara dari 197 negara, menghasilkan pendapatan tiket hampir 45 juta dolar AS. Restorasi perpustakaan ini menegaskan komitmen Kamboja dalam melestarikan warisan budayanya yang tak ternilai, sekaligus memastikan kelestarian salah satu destinasi wisata paling populer di dunia demi keberlanjutan sektor pariwisata dan identitas budaya bangsa.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.