Iran di Ujung Tanduk: PBB Minta Ketegangan Diredam, Ancaman Trump Makin Panas di Tengah Ribuan Korban Protes

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyuarakan kekhawatiran mendalam, mendesak semua pihak untuk menahan diri guna mencegah eskalasi konflik di Iran. Badan dunia itu berharap segala upaya dapat dilakukan untuk menghindari memburuknya situasi di tengah gelombang protes yang melanda negara tersebut, diperparah oleh retorika keras dari Amerika Serikat (AS). Wakil Juru Bicara PBB, Farhan Haq, pada Jumat (23/1) menegaskan bahwa kawasan Timur Tengah tidak akan mampu menanggung dampak dari peningkatan situasi yang lebih parah. Ia juga menekankan bahwa segala resolusi, termasuk terkait program nuklir Iran, harus dicapai melalui jalur negosiasi.

Ketegangan di wilayah itu kian memanas setelah serangkaian pernyataan kontroversial dari Presiden AS Donald Trump. Pada akhir Desember lalu, Trump mengancam akan mendukung serangan baru terhadap Iran jika Teheran terus mengembangkan program rudal dan nuklirnya. Ancaman itu kian dipertegas saat aksi protes di Iran memanas, di mana Trump memperingatkan akan melancarkan "serangan dahsyat" jika pengunjuk rasa tewas. Bahkan, ia juga mengklaim telah mengirim pasukan besar menuju Iran dan menjanjikan dukungan bagi rakyat Iran sembari menyerukan kepemimpinan baru di Republik Islam itu. Merespons pernyataan tersebut, Presiden Iran Masoud Pezeshkian dengan tegas menyatakan bahwa serangan terhadap Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan berarti deklarasi perang skala penuh terhadap negaranya.

Di balik hiruk pikuk politik dan ancaman militer, kondisi internal Iran sendiri berada dalam sorotan tajam. Aksi protes yang terus berlangsung di berbagai kota dilaporkan telah menelan korban jiwa hingga mencapai 5.000 orang, menyoroti krisis kemanusiaan dan kebebasan sipil di sana. Situasi ini bukan hanya mengancam stabilitas regional yang sudah rapuh, tetapi juga berpotensi memicu gelombang ketidakpastian yang lebih luas, menempatkan nasib ribuan jiwa dalam bahaya di tengah ancaman konfrontasi global yang bisa berdampak pada stabilitas ekonomi dan politik dunia.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.