Waspada Jebakan Saham Gorengan! Think Tank Ini Dorong Pengawasan Ketat dan Edukasi Investor

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
**Jakarta** – Pertumbuhan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia yang signifikan dinilai sebagai sinyal positif. Namun, fenomena ini juga membawa risiko baru, terutama praktik manipulasi harga saham atau yang populer disebut "saham gorengan," yang dapat merugikan investor dan kesehatan pasar.

Prasasti Center for Policy Studies, sebuah lembaga pemikir terkemuka, menyoroti urgensi penguatan pasar modal nasional melalui langkah pencegahan terhadap praktik spekulatif dan manipulatif. Dewan Pengawas Prasasti, Ilya Avianti, pada Sabtu (XX/XX – *tanggal asli tidak relevan untuk rewrite*) menekankan bahwa pasar yang sehat seharusnya bertumpu pada nilai fundamental perusahaan, bukan sekadar pergerakan harga jangka pendek. "Fondasi pasar modal itu fundamental, bukan teknikal semata," ujarnya, menegaskan pentingnya perusahaan menunjukkan kinerja nyata.

Untuk membendung ancaman "saham gorengan," Prasasti merekomendasikan tiga pilar utama. Pertama, transparansi emiten harus diperkuat, memastikan laporan keuangan dan informasi material disampaikan secara tepat waktu dan mudah dipahami, sehingga ruang manipulasi persepsi pasar dapat dipersempit. Kedua, pengawasan transaksi perlu dipertajam. Pola transaksi yang tidak wajar, seperti lonjakan harga dan volume tiba-tiba tanpa dukungan fundamental perusahaan, harus segera terdeteksi dan ditindak. Ketiga, edukasi investor menjadi benteng terpenting. Investor perlu dibekali kemampuan menganalisis laporan keuangan dan model bisnis agar tidak mudah terjebak pada janji keuntungan instan. Lebih lanjut, Ilya juga menyoroti peran krusial pelaku pasar seperti broker, analis, dan media untuk mendorong budaya investasi berbasis data. Kombinasi langkah-langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan jumlah investor, tetapi juga menciptakan pasar modal yang berfungsi optimal sebagai sumber pembiayaan jangka panjang yang stabil dan terpercaya bagi perekonomian Indonesia. Praktik manipulasi saham sendiri dapat mengikis kepercayaan publik terhadap pasar modal, merugikan investor pemula, dan berpotensi menghambat aliran investasi riil ke sektor produktif.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.