**Jakarta** – Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Swiss menjadi sorotan utama, membawa serta harapan besar bagi masa depan ekonomi Indonesia. Dihadiri untuk agenda World Economic Forum (WEF) 2026, partisipasi Prabowo diharapkan mampu membuka keran investasi dan kerja sama global yang lebih luas bagi Tanah Air. Dalam forum bergengsi ini, Presiden Prabowo dijadwalkan akan menyampaikan pidato penting di hadapan para pemimpin dunia.
Partisipasi Prabowo dalam forum global tersebut dinilai sebagai kesempatan emas oleh mahasiswa Indonesia yang menimba ilmu di Swiss. Salah satunya adalah Sakti Dava Alam Sulistyo, mahasiswa University of Zurich jurusan Bachelor of Business Administration. Melalui keterangan Tim Media Presiden di Jakarta, Kamis, Sakti optimis bahwa kehadiran Prabowo akan membuka peluang kerja sama internasional serta mendatangkan investasi asing yang berkualitas dan berkelanjutan.
"Semoga kita bisa mendapatkan investasi yang bagus, investasi yang banyak, supaya kita bisa berkembang bersama dalam segi sumber daya manusia, dan juga bisa memanfaatkan sumber daya alam dengan lebih sustainable lagi dan lebih baik lagi, supaya Indonesia lebih baik lagi ke depannya, di sisi ekonomi, di sisi sosial, dan semuanya," ujar Sakti, mengungkapkan harapannya.
Sakti juga menceritakan pengalamannya yang berkesan saat bertemu langsung dengan Presiden Prabowo. "Jadi, ketika Bapak RI 1 datang, saya pasti ada perasaan deg-degan juga, dan pada saat saya bersalaman dengan Bapak saya menyampaikan Guten Abend, karena Bahasa Jerman (artinya) selamat malam. Karena saya tahu Bapak bisa Bahasa Jerman," kenangnya.
Senada dengan Sakti, Justin Anugrawi Ratomo, mahasiswa ETH Zurich asal Indonesia, juga mengaku merasakan kegugupan saat bersua Presiden Prabowo. Namun, ia menganggap momen tersebut sebagai pengalaman yang membanggakan dan penuh rasa hormat. "Saya juga deg-degan. Tapi Pak Presiden juga merupakan orang yang saya hormati sekali, sehingga saya juga merasa familiar dengan beliau. Dan saya juga ingin berterima kasih kepada beliau atas jasanya kepada negara kami, Republik Indonesia," kata Justin.
Justin berharap kunjungan Presiden Prabowo ke Swiss dapat memperkuat keterlibatan diaspora Indonesia dalam pembangunan nasional. Baginya, peran diaspora, terutama mahasiswa Indonesia di luar negeri, memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam mewujudkan visi jangka panjang bangsa.
Diketahui, WEF 2026 mengusung tema "A Spirit of Dialogue" dan akan menjadi panggung bagi kehadiran 400 pemimpin politik tingkat tinggi, termasuk 65 kepala negara dan pemerintahan dari berbagai belahan dunia. Selain Presiden Prabowo, forum ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting lainnya seperti Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney.
Sebelum tiba di Swiss, Presiden Prabowo bertolak dari London, Inggris, pada Rabu (21/1), setelah menuntaskan kunjungan kerjanya di sana. Selama di London, ia melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Keir Starmer serta Raja Inggris Charles III, memperkuat hubungan diplomatik antara kedua negara.
Sumber:
Baca Selengkapnya