Tragedi Maut Penambang Ilegal Bogor: Dedi Mulyadi Tegas Setop Operasi, Sebut 'Pahlawan Keluarga' Tapi Langgar Hukum
Bogor kembali diselimuti duka setelah 11 penambang ilegal tewas di lubang tambang Kabupaten Bogor dalam sepekan terakhir, insiden yang tragisnya terjadi di luar area operasional PT Antam. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons tragedi ini dengan mengungkapkan adanya dilema besar: para penambang, meski terlibat dalam aktivitas ilegal dan berisiko tinggi, sejatinya adalah pahlawan bagi keluarga mereka. Menyusul rentetan kecelakaan maut itu, Gubernur Dedi menegaskan penghentian operasional tambang di Parung Panjang, Cigudeg, dan Rumpin menjadi harga mati demi memutus mata rantai insiden berulang yang terus merenggut nyawa.
Dedi Mulyadi menjelaskan, dari sisi personal, para korban adalah tulang punggung keluarga yang berjuang menafkahi dengan mempertaruhkan nyawa di lubang tambang, yang mungkin menjadi satu-satunya pilihan bagi mereka. Namun, di sisi lain, pemerintah menghadapi kendala serius dalam penyaluran solusi dan kompensasi bagi warga terdampak. Ia mengakui sulitnya mendapatkan data valid untuk verifikasi, lantaran kuatnya keterlibatan oknum dan warga dalam ekosistem tambang tersebut. "Hampir semuanya jadi pemain. Kita minta data pada si A, ternyata si A-nya pemain, gitu loh. Kan susah," kata Dedi Mulyadi, menggambarkan kompleksitas masalah yang bukan sekadar aktivitas ilegal, tetapi juga jaringan sosial ekonomi yang mengakar kuat di masyarakat. Situasi ini menunjukkan betapa dalamnya keterlibatan masyarakat dalam industri tambang ilegal, menjadikannya tantangan besar bagi pemerintah untuk memberikan intervensi yang tepat dan efektif tanpa mengabaikan aspek kemanusiaan.
Untuk mengatasi krisis mata pencarian akibat penutupan tambang, Dedi Mulyadi telah menyodorkan sejumlah opsi pekerjaan jangka pendek yang telah didiskusikan dengan Bupati Bogor. Warga berusia produktif hingga lanjut ditawarkan untuk mengisi pos-pos tenaga kerja di sektor pelayanan publik, seperti menjadi tenaga PSDA (Pengelolaan Sumber Daya Air), PU (Pekerjaan Umum), kebersihan, hingga sopir. Lebih lanjut, Gubernur berkomitmen untuk menyusun perencanaan ekonomi yang lebih aman dan berkelanjutan. Ia berharap pertumbuhan ekonomi dan arus investasi yang baik di Kabupaten Bogor dapat dimanfaatkan untuk mengalihkan profesi warga melalui skema *link and match*, sehingga generasi berikutnya di wilayah Bogor Barat tidak lagi menggantungkan nasib di bawah reruntuhan lubang tambang. "Tidak bisa lagi terus-menerus polanya seperti ini," tegas Dedi Mulyadi, menekankan urgensi perubahan pola penanganan dan pengembangan ekonomi daerah.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.