Sensasi Baru Wisata Bahari: Kapal Selam Canggih 'Jiaozi' China Siap Jelajahi Keindahan Bawah Laut Indonesia
Indonesia segera merasakan pengalaman wisata bawah laut yang belum pernah ada sebelumnya. Kapal selam wisata berawak sipil "Jiaozi", hasil pengembangan mandiri China dari "kota pegunungan" Chongqing, kini telah menyelesaikan serangkaian uji coba ketat dan siap sepenuhnya melayani proyek pariwisata di Indonesia. Bahkan, tiga unit kapal selam canggih ini telah memulai uji coba operasional di perairan Bali, menandai era baru eksplorasi bahari bagi wisatawan yang ingin menyelami keindahan dasar laut tanpa batas. Kehadiran "Jiaozi" merupakan bagian dari pesanan besar Indonesia, menyusul keberhasilan uji coba stabil pada kedalaman 23 meter dengan kemampuan mengapung otomatis yang terbukti andal.
Kapal selam "Jiaozi" dikembangkan oleh sebuah perusahaan teknologi yang berbasis di Kawasan Industri Wilayah Wushan, Chongqing, sejak tahun 2018. Perusahaan ini berfokus membangun rantai industri kapal selam sipil berawak untuk pariwisata, edukasi sains, dan penyelamatan. Dirancang dengan sistem listrik murni dan struktur tahan tekanan hingga kedalaman 200 meter, "Jiaozi" mampu menampung empat orang dan dilengkapi sistem penghindaran rintangan otomatis serta pengapungan keselamatan. Ini memastikan wisatawan umum dapat menikmati keindahan bawah laut tanpa perlu pelatihan khusus. Jiang Zhidi, pemimpin perusahaan pengembang, menjelaskan bahwa prioritas utama mereka adalah keamanan dan stabilitas sistem, serta kemudahan pengoperasian bagi banyak wisatawan agar dapat mengenal laut dalam kondisi aman dan terkontrol, bukan sekadar mengejar performa ekstrem. Proyek ini merupakan hasil riset lima tahun dengan lebih dari 100 ribu kali pengujian ekstrem, dan telah diproduksi massal sejak Januari 2024.
Kesuksesan "Jiaozi" di China, di mana lebih dari 30 unit telah beroperasi di destinasi seperti Sanya dan Pulau Weizhou, kini meluas ke Indonesia sebagai bagian dari kerja sama internasional yang signifikan. Indonesia telah memesan total 100 unit kapal selam senilai lebih dari 100 juta yuan, dengan rencana penempatan di berbagai lokasi wisata strategis seperti Bali, Kepulauan Seribu di Jakarta, dan Pulau Lombok di Nusa Tenggara Barat. Langkah penting lainnya adalah izin operasi yang diperoleh "Jiaozi" dari Kementerian Perhubungan RI pada Oktober 2025, setelah melalui verifikasi teknis yang ketat dan penyesuaian sesuai persyaratan setempat. Jiang Zhidi menambahkan, timnya telah melakukan beberapa penyesuaian teknis untuk kondisi laut, sistem regulasi, dan metode operasional khas Indonesia, menunjukkan komitmen terhadap pengembangan pariwisata bawah air global secara berkelanjutan dan kooperatif. Proyek ini tidak hanya akan memperkaya pilihan wisata bahari Indonesia, tetapi juga diharapkan dapat mendorong integrasi manufaktur peralatan tingkat tinggi dengan industri pariwisata lokal, sekaligus mempercepat transformasi struktur industri, sebagaimana diungkapkan oleh pejabat Komite Manajemen Kawasan Industri Wilayah Wushan.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.