**Sleman, Yogyakarta** - Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menerima dukungan sigap dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI dalam upaya penanganan kebencanaan. Komisi VIII DPR RI secara simbolis menyerahkan berbagai bantuan logistik dan peralatan kepada Pemerintah Kabupaten Sleman di Kantor Sekretariat Daerah (Setda) Sleman pada Kamis.
Bantuan yang diserahkan berasal dari dua lembaga utama. Kementerian Sosial RI menyumbang "buffer stock" logistik senilai Rp178,817 juta. Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) turut mengucurkan bantuan logistik dan peralatan yang meliputi 100 paket sembako, 100 paket makanan siap saji, 100 lembar selimut, 100 lembar matras, 1.000 lembar masker, lima unit gergaji mesin tangan, serta 100 buah "sandbag" atau geobag.
Penyerahan bantuan ini dilakukan secara simbolis oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, kepada Bupati Sleman, Harda Kiswaya. Dalam kesempatan tersebut, Singgih menekankan bahwa penanggulangan kebencanaan merupakan salah satu fokus utama Komisi VIII DPR.
Selain menyerahkan bantuan, Singgih menjelaskan bahwa kunjungannya ke Sleman juga bertujuan untuk memantau langsung kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Potensi tersebut termasuk erupsi Gunung Merapi, banjir lahar dingin, gempa bumi, tanah longsor, hingga angin puting beliung.
Bupati Sleman, Harda Kiswaya, menyambut baik inisiatif Komisi VIII DPR RI untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam pelaksanaan mitigasi bencana, khususnya di wilayah Sleman. Ia menegaskan komitmen Sleman dalam penanggulangan bencana.
"Upaya kesiapsiagaan Kabupaten Sleman tidak semata-mata berfokus pada respons saat bencana terjadi, namun juga menekankan pada penguatan kapasitas masyarakat sebelum terjadinya bencana," ujar Harda.
Harda mencontohkan, Pemkab Sleman telah menginisiasi program Kalurahan Tangguh Bencana di 86 kalurahan (setingkat desa) melalui bimbingan dan pendampingan. Langkah ini menjadi wujud nyata penguatan kapasitas masyarakat sebelum insiden bencana. Masyarakat didorong untuk memahami risiko di wilayahnya, mengetahui jalur evakuasi, serta memiliki kemampuan dasar mitigasi bencana.
Tidak hanya itu, Pemkab Sleman juga mengembangkan Satuan Pendidikan Aman Bencana guna menanamkan kesadaran kebencanaan sejak dini. Ribuan relawan yang tersebar di berbagai wilayah rawan juga terus diperkuat perannya. Seiring perkembangan teknologi, Sleman kini memanfaatkan sistem berbasis digital melalui aplikasi 'Simantab' (Sistem Informasi Sleman Tanggap Bencana) yang dikelola oleh BPBD Sleman untuk respons yang lebih cepat dan terkoordinasi.
Dalam rangkaian acara tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti, bersama Sekda Sleman, Susmiarto, turut memaparkan kondisi kesiapsiagaan bencana di tingkat DIY dan Kabupaten Sleman.
Sumber:
Baca Selengkapnya