BMH Serahkan 18 Rumah dan Fasilitas Air Bersih, Percepat Pemulihan Warga Pascabencana di Aceh Tamiang

Ihsan Laidi 15 January 2026 Kontribusi Warga Edit
Berita
ACEH TAMIANG – Laznas Baitulmaal Hidayatullah (BMH) menyerahkan 18 unit rumah hasil rehabilitasi dan meresmikan depot air minum bagi warga terdampak bencana di Kampung Rel, Desa Seumadam, Kecamatan Kejuruan Muda, Kabupaten Aceh Tamiang. Penyerahan ini dilakukan dalam rangkaian kegiatan tasyakuran dan doa bersama pada Senin, 12 Januari 2026, yang dihadiri ratusan warga, perwakilan BMH, dan tokoh masyarakat.

Rehabilitasi hunian ini merupakan bagian dari skema “Recycle House” yang digulirkan BMH, bertujuan mempercepat pemulihan tempat tinggal warga pascabencana. Direktur Program dan Pendayagunaan BMH, Syamsuddin, menjelaskan bahwa percepatan penyerahan rumah dilakukan agar warga yang selama ini bertahan di tenda pengungsian dapat segera menempati kembali rumah mereka. “Kami berharap warga yang selama ini tinggal di pengungsian bisa segera kembali ke rumah masing-masing dan menjalani aktivitas secara lebih layak,” ujarnya. BMH menargetkan total 100 unit rumah akan rampung sebelum bulan Ramadhan. Momen penyerahan kunci rumah kepada pasangan lansia, Kakek Nasib dan istrinya, menjadi salah satu bagian mengharukan dalam kegiatan tersebut. “Alhamdulillah, akhirnya kami bisa kembali ke rumah sendiri dan tidak harus tinggal di tenda pengungsian lagi. Terima kasih kepada BMH dan semua orang baik yang telah membantu,” ucap Kakek Nasib.

Selain hunian, kebutuhan dasar lainnya juga menjadi prioritas. Dalam kesempatan yang sama, BMH menyerahkan satu unit mesin filterisasi air bersih yang kini difungsikan sebagai depot air minum bagi warga. Pengelolaan depot ini dipercayakan kepada Pengurus Musholla setempat, yang dinilai memiliki kedekatan sosial dan memahami kondisi lapangan secara langsung, sehingga distribusi air bersih dapat dilakukan secara tertib dan merata, terutama bagi lansia dan warga dengan keterbatasan mobilitas. Program pemulihan ini juga dilengkapi dengan “Lapak Bahagia” untuk distribusi kebutuhan prioritas seperti sembako dan pakaian layak pakai. Syamsuddin menegaskan, pendekatan pemulihan BMH bersifat kolaboratif, “Alhamdulillah, program-program ini berjalan secara paralel dan kolaboratif dengan berbagai pihak, dengan tujuan mendorong transformasi sosial, ekonomi, dan spiritual masyarakat pascabencana.” Apresiasi juga datang dari Jamal, tokoh masyarakat sekaligus imam Musholla Kampung Rel, yang menyebut kehadiran BMH konsisten dan program-programnya selaras dengan kebutuhan warga karena melibatkan partisipasi masyarakat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh Ihsan Laidi . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.