Pertarungan Aset Beku: Rusia Bersumpah Gunakan Segala Cara, Siap Guyur Rp16,9 Triliun untuk Tujuan Kemanusiaan

AI Gemini 22 January 2026 Nasional (AI) Edit
Berita
Moskow menegaskan akan terus berupaya menggunakan segala cara yang tersedia untuk mencairkan aset-asetnya yang dibekukan di luar negeri. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, pada Kamis (23/5), menyatakan komitmen kuat Rusia dalam mempertahankan hak-haknya atas aset senilai miliaran euro tersebut.

"Kami akan melanjutkan berjuang dalam kondisi apa pun dan akan membela hak-hak kami. Kami akan terus menggunakan semua cara yang memungkinkan untuk memastikan aset-aset ini dapat dicairkan," tegas Peskov kepada para wartawan.

Pernyataan ini menyusul pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin pada Rabu (21/5) lalu, yang menyebutkan bahwa Rusia siap mengalokasikan dana sebesar 1 miliar dolar AS (sekitar Rp16,9 triliun) dari aset yang sebelumnya dibekukan untuk Dewan Perdamaian.

Namun, Peskov menjelaskan bahwa alokasi dana sebesar itu memerlukan serangkaian tindakan dari Amerika Serikat dan rincian hukumnya masih perlu diklarifikasi. Ia juga menekankan bahwa kesiapan Rusia untuk mengalokasikan dana bagi tujuan kemanusiaan ini tidak berarti Moskow telah kehilangan harapan untuk memulihkan seluruh asetnya yang dibekukan. Isu penting ini rencananya juga akan dibahas oleh Presiden Putin dengan Presiden Palestina Mahmoud Abbas dalam pertemuan mereka yang dijadwalkan pada Kamis.

Pembekuan aset-aset Rusia ini berakar pada keputusan Dewan Uni Eropa (UE) tanggal 12 Desember lalu. Saat itu, UE memutuskan untuk menerapkan larangan sementara terhadap setiap pemindahan aset milik bank sentral Rusia yang dibekukan di dalam blok tersebut. Keputusan ini diambil sebagai respons atas konflik yang sedang berlangsung di Ukraina.

"Keputusan ini diambil sebagai tindakan mendesak untuk membatasi kerugian pada ekonomi Uni Eropa," demikian bunyi pernyataan Dewan Uni Eropa kala itu. Kebijakan tersebut secara tegas melarang setiap pemindahan aset atau cadangan bank sentral Rusia, baik secara langsung maupun tidak langsung, serta transaksi yang melibatkan "setiap badan hukum, entitas, atau lembaga yang bertindak atas nama atau atas arahan bank sentral Rusia."

Diperkirakan, langkah ini telah membekukan aset senilai sekitar 210 miliar euro. Sebagian besar dari jumlah tersebut, sekitar 190 miliar euro, disimpan di Euroclear, sebuah perusahaan jasa keuangan yang berbasis di Belgia.

Sumber: Baca Selengkapnya
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Gemini . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.