Jateng Bergerak Agresif: Bidik Investasi Triliunan Jepang Sekaligus Cetak Manajer Berkelas Dunia!

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) kembali mengencangkan sabuk, memperkuat jalinan kerja sama strategis dengan Jepang. Langkah ini bukan hanya demi menarik guyuran investasi, namun juga membuka gerbang penempatan sumber daya manusia (SDM) lokal ke posisi-posisi penting di Negeri Sakura. Pertemuan antara Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, dengan Gubernur Prefektur Kagawa, Ikeda Toyohito, di Semarang menjadi penanda komitmen tersebut. Sejauh ini, Jepang telah membuktikan diri sebagai investor kunci di Jawa Tengah, menanamkan modal hingga Rp24,216 triliun sepanjang 2021-2025 dan menjadikannya investor terbesar ketiga di provinsi ini.

Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang akrab disapa Gus Yasin, menegaskan kesiapan penuh pemerintah provinsi untuk memberikan dukungan dan kemudahan investasi. Pihaknya bahkan telah menyiapkan sejumlah proyek strategis di sektor energi, manufaktur, kawasan pertanian terintegrasi, kawasan perikanan terpadu, hingga pariwisata berkelanjutan. Tak hanya itu, sistem perizinan Online Single Submission (OSS) berbasis risiko yang sederhana serta beragam insentif fiskal seperti 'tax holiday', 'tax allowance', dan pembebasan bea masuk mesin/bahan baku industri manufaktur juga telah disiapkan. Investasi Jepang sendiri tersebar di lokasi vital seperti Jepara, Batang, Kota Semarang, Pemalang, dan Kendal, dengan dominasi sektor listrik, gas, air, tekstil, kendaraan bermotor, mesin, dan elektronik.

Tidak hanya soal modal, kerja sama penempatan tenaga kerja juga diperkuat, bahkan naik level membidik posisi manajer di perusahaan-perusahaan Jepang. Gus Yasin mengungkapkan, Prefektur Kagawa sangat tertarik dengan kualitas SDM Jateng dan berharap pekerja lokal tak hanya menetap sementara, namun juga dipersiapkan dan dilatih untuk menduduki posisi manajerial. Kepercayaan ini mengindikasikan kualitas dan etos kerja tenaga kerja Jateng yang semakin diakui secara global, terutama dengan produksi sekitar 245 ribu lulusan SMK setiap tahunnya dari berbagai bidang strategis. Gubernur Ikeda Toyohito sendiri menyampaikan apresiasi tinggi atas kontribusi sekitar 4.000 pekerja Indonesia dari Jateng dan menjamin kenyamanan serta keamanan para pekerja, termasuk dukungan pendidikan bahasa Jepang. Dengan peningkatan jumlah pekerja migran Jateng di Jepang yang signifikan (dari 3.760 di 2024 menjadi 5.712 di 2025), strategi dua arah—menarik investasi sekaligus menyiapkan SDM unggul berdaya saing global—menjadi kunci bagi akselerasi ekonomi Jawa Tengah, seiring upaya Pemprov membuka rute penerbangan internasional dan memacu pertumbuhan industri padat modal.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.