Demi Kredibilitas dan Fair Play: CdM Indonesia Laporkan Pelanggaran Regulasi Krusial di ASEAN Para Games 2025
Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk ASEAN Para Games 2025 Thailand, Reda Manthovani, secara resmi melaporkan serangkaian temuan pelanggaran regulasi internasional kepada ASEAN Para Sports Federation (APSF). Pelanggaran ini dinilai berdampak langsung dan signifikan terhadap perolehan medali Merah Putih, serta mencederai prinsip fair play dalam ajang olahraga disabilitas tingkat regional tersebut. Laporan ini disampaikan sebagai upaya serius untuk menjunjung tinggi sportivitas dan memastikan kepatuhan terhadap aturan yang berlaku.
Reda Manthovani mengungkapkan beberapa contoh konkret dari pelanggaran yang ditemukan di lapangan. Salah satunya terjadi pada cabang para tenis meja, di mana seorang atlet Thailand yang seharusnya bertanding di klasifikasi internasional resmi TT4 justru diturunkan di kategori TT5. Menurut Reda, aturan baku mengharuskan setiap atlet berlaga sesuai dengan klasifikasi awal dan resmi mereka, sehingga kondisi ini secara langsung mengurangi peluang atlet-atlet Indonesia di nomor terkait. Tak hanya itu, di cabang para cycling, nomor individual time trial dan road race putra tetap dipertandingkan meski hanya diikuti oleh tiga atlet yang semuanya berasal dari Thailand. Padahal, regulasi internasional mensyaratkan minimal empat atlet dari setidaknya dua negara agar nomor individu layak dipertandingkan. Situasi serupa juga terlihat di para atletik, di mana beberapa nomor individu tetap dilombakan meskipun pesertanya hanya dua hingga tiga atlet, dan lagi-lagi, semuanya berasal dari tuan rumah.
Langkah pelaporan ini, tegas Reda, adalah bagian dari komitmen untuk memperbaiki kualitas kompetisi dan melindungi hak-hak atlet disabilitas yang telah berjuang keras. Integritas ASEAN Para Games sebagai ajang olahraga penting di kawasan menjadi taruhan jika regulasi tidak ditegakkan secara konsisten. Sementara itu, kontingen Indonesia sendiri hingga hari ketiga penyelenggaraan (23 Januari 2026) telah berhasil mengumpulkan 69 medali emas, 76 perak, dan 69 perunggu, dengan dua hari pertandingan tersisa yang masih menyajikan 205 nomor bagi atlet-atlet Tanah Air. Catatan pelanggaran ini menunjukkan bahwa perjuangan atlet tidak hanya di arena, tetapi juga dalam menegakkan keadilan dan martabat olahraga.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.