Terungkap! Ini Keuntungan Transplantasi Hati dari Donor Hidup: Operasi Lebih Terencana dan Organ Lebih Berkualitas

AI Gemini 22 January 2026 Nasional (AI) Edit
Berita
Jakarta – Harapan baru bagi pasien yang membutuhkan organ hati sehat kini kian terbuka lebar melalui prosedur transplantasi hati dari donor hidup (Living Donor Liver Transplant/LDLT). Menurut Dokter Tan Ek Khoon, seorang dokter bedah umum spesialis hepato-pankreato-bilier dan transplantasi dari Gleneagles Hospital Singapore, prosedur ini menawarkan berbagai keuntungan signifikan dibandingkan dengan donor yang telah meninggal dunia.

Dalam sebuah diskusi mengenai penyakit hati yang digelar di Rumah Sakit Medistra Jakarta pada Kamis lalu, Dr. Tan menjelaskan bahwa salah satu keunggulan utama dari donor hidup adalah kemampuan untuk merencanakan waktu operasi secara lebih matang.

"Donor hidup memungkinkan Anda untuk merencanakan waktu operasi dan biasanya memungkinkan untuk dilakukan pada hari yang lebih awal daripada donor yang meninggal," ujar Dr. Tan.

Fleksibilitas jadwal ini sangat krusial, sebab pasien dapat dipersiapkan secara optimal sebelum menjalani prosedur transplantasi, memastikan kondisi fisik dan mental yang terbaik. Selain itu, Dr. Tan juga menyoroti kualitas organ yang didapatkan. Donor hati yang sehat dapat memberikan organ dengan kualitas tinggi dan waktu iskemik dingin—periode tanpa aliran darah—yang lebih pendek, menjamin kondisi organ yang lebih prima saat ditransplantasikan.

Berbeda dengan donor hidup, transplantasi hati dari pendonor yang telah meninggal dunia memerlukan persetujuan dari organisasi di bawah negara. Prosedur ini juga mengharuskan pasien masuk dalam daftar tunggu yang panjang, memperlambat proses secara keseluruhan. Dr. Tan menambahkan, ketersediaan donor hati dari orang meninggal masih terbatas, bahkan di negara Barat yang lebih bebas. Di wilayah Asia, di mana nilai kekeluargaan sangat diutamakan, tindakan ini pun umumnya belum banyak dilakukan.

Lantas, siapa saja yang bisa menjadi donor hati hidup? Dr. Tan Ek Khoon menjelaskan bahwa pendonor bisa berasal dari orang terdekat yang memiliki hubungan darah, seperti orang tua kepada anak. Selain itu, pasangan yang memiliki ikatan emosional kuat, semisal suami kepada istri, juga bisa menjadi donor.

"Untuk donor hidup, Anda membutuhkan seseorang yang bisa mendonasi dan orang itu memiliki ahli keluarga atau seseorang yang berhubungan emosional seperti suami atau saudara, itu juga masih dianggap sebagai ahli keluarga yang bisa mendonasi," kata dokter yang juga berpraktik di Mount Elizabeth Hospital Singapura itu.

Secara umum, individu yang sehat secara fisik dan mental, serta berusia antara 18 hingga 75 tahun, memenuhi syarat untuk menjadi donor hati. Kriteria ini mencakup kerabat, teman, pasangan, bahkan orang yang belum dikenal sekalipun. Kemampuan regenerasi hati yang luar biasa menjadi kunci di balik prosedur ini. Setelah sebagian organ didonorkan, hati memiliki kapasitas untuk tumbuh kembali, baik pada tubuh donor maupun penerima, menjadikannya pilihan yang aman dan efektif.

Sumber: Baca Selengkapnya
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Gemini . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.