Duka Influencer Lula Lahfah Disorot, Sahabat Serukan Hormati Privasi Usai Foto Jenazah Tersebar
Kabar duka menyelimuti jagat media sosial setelah pemengaruh dan kreator konten Lula Lahfah meninggal dunia di usia 26 tahun. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam, namun turut diwarnai oleh seruan keras dari para sahabat dan rekan industri digital untuk menghormati privasi. Hal ini mencuat setelah foto-foto Lula saat ditemukan meninggal dunia secara tidak etis tersebar luas di internet. Sejumlah rekan dekat seperti Dara Arafah, Keanu Angelo, Karin Novilda, dan Sarah Gibson kompak mengunggah pesan di media sosial, menegaskan bahwa "kematian bukanlah konten" dan mendesak publik untuk bijak serta menghormati privasi almarhumah yang tak lagi bisa bersuara. Mereka menilai penyebaran foto-foto tersebut sangat tidak beretika dan melukai hati keluarga serta orang-orang terdekat yang ditinggalkan.
Gelombang ucapan duka pun membanjiri lini masa dari berbagai figur publik yang mengenal dekat sosok Lula. Reza Arap, yang dikenal memiliki hubungan erat dengan almarhumah, mengungkapkan kesedihannya dengan pesan singkat. Pasangan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina juga menyampaikan belasungkawa, mengenang Lula sebagai pribadi yang sangat baik, tulus, dan hangat. Raffi bahkan menceritakan suasana duka yang hening dan penuh kehilangan saat dirinya melayat langsung. Senada, Dara Arafah kembali mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam, menyebut Lula sebagai anak baik yang banyak membantu orang, dan mendoakan agar almarhumah kini sudah tidak lagi merasakan sakit. Karin Novilda turut menyampaikan doa "Till Jannah" untuk Lula, yang dikenal luas sebagai pemengaruh dengan jutaan pengikut, aktif membagikan konten seputar olahraga, perjalanan, dan gaya hidup aktif.
Kepergian Lula Lahfah tidak hanya menyisakan duka, namun juga menjadi pengingat penting akan etika dan empati di ruang digital. Insiden penyebaran foto jenazah ini menyoroti urgensi penghormatan privasi di tengah derasnya arus informasi. Selain itu, kematiannya di usia muda ini secara tidak langsung juga memicu diskusi lebih luas mengenai isu kesehatan mental dan tekanan yang mungkin dihadapi individu di ruang publik digital, terutama setelah informasi mengenai penemuan obat dan surat rawat jalan di lokasi kejadian turut terungkap. Tragedi ini menegaskan kembali betapa krusialnya kesadaran kolektif untuk tidak menjadikan kesedihan dan kematian sebagai objek konsumsi konten demi menjaga kehormatan dan perasaan keluarga yang berduka.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.