Kemenkes Genjot CKG 2026: Bukan Sekadar Cek, Kini Gratis hingga Pengobatan dan Pencegahan Penyakit!
Jakarta – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersiap membawa program Cek Kesehatan Gratis (CKG) ke level berikutnya. Mulai tahun 2026, fokus utama CKG akan bergeser dari sekadar pemeriksaan menjadi penanganan dan tata laksana terintegrasi bagi masyarakat yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan. Ini merupakan langkah signifikan pemerintah untuk memastikan masyarakat tidak hanya mengetahui status kesehatannya, tetapi juga mendapatkan solusi konkret.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa CKG tidak hanya berhenti pada proses skrining. Ia menjelaskan, masyarakat yang terdeteksi sakit akan menerima pengobatan gratis selama 15 hari pertama. Selanjutnya, penanganan akan dilanjutkan melalui skema Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bagi peserta aktif, sementara warga yang belum terdaftar akan dibantu untuk mengaktifkan kepesertaannya. Pergeseran fokus ini sangat mendesak, mengingat data evaluasi 2025 yang disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat Maria Endang Sumiwi menunjukkan sejumlah tantangan kesehatan serius: mulai dari bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR), balita dengan gigi berlubang, remaja bertekanan darah tinggi, dewasa dengan obesitas sentral, hingga mayoritas lansia mengidap hipertensi. Menanggapi kondisi tersebut, mulai tahun 2026, pasien hipertensi dan diabetes akan langsung mendapatkan obat di Puskesmas pada hari yang sama.
Langkah strategis ini merupakan upaya pemerintah untuk secara aktif menekan angka kesakitan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di seluruh lapisan. Program CKG, yang mencakup seluruh populasi, diharapkan dapat menghemat miliaran dolar AS melalui peningkatan produktivitas, sebagaimana sempat diutarakan Presiden. Untuk memastikan program ini sukses, Badan Komunikasi Pemerintahan menekankan pentingnya orkestrasi komunikasi masif guna meningkatkan kesadaran masyarakat agar aktif memanfaatkan layanan. Berbagai inovasi daerah, seperti layanan jemput bola 'Perahu Sehat Pulau Bahagia' di Pangkep dan integrasi layanan kesehatan fisik serta mental melalui program Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP) di Puskesmas Pacitan, menjadi contoh nyata komitmen pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sehat secara holistik.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.