Arktik Memanas: Putin Peringatkan Perebutan Kawasan Dingin, Moskow dan Washington Saling Tarik Ulur Pengaruh
Presiden Rusia Vladimir Putin menyoroti peningkatan minat negara-negara non-Arktik terhadap kawasan kutub utara, sebuah wilayah yang dinilai memiliki bobot strategis dan geopolitik tinggi. Putin menegaskan, Rusia telah lama menjadi pemimpin dalam pengembangan Arktik di tengah persaingan global yang kian intensif.
Pernyataan Putin pada Jumat (23/1) di Institut Fisika dan Teknologi Moskow ini mengemuka seiring dengan langkah agresif Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump yang sebelumnya mendorong akuisisi Greenland. Trump beralasan, upaya ini penting demi "keamanan nasional" dan untuk mencegah kekuatan pesaing, seperti Rusia atau China, mendapatkan pijakan di kawasan tersebut. Bahkan, Trump sempat mengancam akan mengenakan tarif terhadap negara-negara Eropa yang menentang rencananya. Namun, proposal tersebut ditolak mentah-mentah oleh para pemimpin Eropa, termasuk Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, yang menegaskan bahwa kedaulatan Greenland tidak untuk diperjualbelikan. Denmark dan otoritas lokal Greenland sendiri membantah keras adanya kesepakatan terkait akuisisi itu.
Menanggapi ketegangan yang meningkat, Rusia berjanji akan memperkuat kemampuan pertahanan militernya di Arktik. Meski demikian, Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov mengklarifikasi bahwa Moskow tidak memiliki rencana untuk merebut Greenland. Situasi ini menunjukkan bahwa Arktik kini menjadi arena baru bagi tarik ulur kekuatan besar dunia, memicu perlombaan untuk mengamankan sumber daya, jalur pelayaran strategis, dan dominasi geopolitik di salah satu kawasan paling ekstrem namun vital di planet ini.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.