AS Pertimbangkan Blokade Minyak Total ke Kuba: Ancaman Krisis Kemanusiaan di Tengah Tekanan Rezim
Washington – Gedung Putih dilaporkan tengah menimbang serius opsi blokade total impor minyak terhadap Kuba. Langkah drastis ini disebut-sebut sebagai bagian dari strategi Washington untuk memicu perubahan rezim di negara kepulauan Karibia tersebut. Informasi ini pertama kali diungkap oleh sebuah media di Amerika Serikat (AS) pada Jumat (23/1), mengutip sejumlah narasumber yang mengetahui isu tersebut di dalam pemerintahan Presiden Donald Trump. Hingga kini, belum ada keputusan final yang diambil, namun perdebatan internal terkait kebijakan ini masih terus berlangsung.
Pertimbangan untuk menerapkan blokade total ini muncul di tengah laporan yang menyebutkan bahwa perekonomian Kuba saat ini 'tercekik' akibat terhentinya pengiriman minyak dari Venezuela, serta praktik Havana yang menjual kembali sebagian kargo minyak untuk memperoleh mata uang asing. Kuba sendiri sangat bergantung pada pasokan minyak dari luar, dengan sekitar 60 persen kebutuhan minyaknya diimpor, menurut data dari Badan Energi Internasional (IEA). Venezuela, sebelum kejadian di mana Presiden Nicolas Maduro disebut ditangkap militer AS pada 3 Januari, merupakan pemasok minyak mentah utama bagi Kuba. Laporan internal juga memperingatkan bahwa blokade total impor minyak ke Kuba berpotensi besar "memicu krisis kemanusiaan."
Kebijakan ini menggarisbawahi upaya berkelanjutan AS untuk meningkatkan tekanan terhadap Havana, sejalan dengan langkah-langkah keras yang juga diterapkan terhadap Caracas. Sebelumnya, Presiden Trump pada pertengahan Desember 2025 telah memerintahkan "blokade total dan menyeluruh" terhadap semua kapal tanker minyak yang disanksi yang berlayar masuk dan keluar dari Venezuela. Menteri Energi AS, Chris Wright, juga menegaskan bahwa Washington tidak hanya akan memasarkan minyak yang disimpan di Venezuela, melainkan juga mengendalikan penjualan produksi minyak dari negara tersebut tanpa batas waktu. Rencana blokade total minyak terhadap Kuba ini mengindikasikan eskalasi signifikan dalam upaya AS untuk menekan sekutu Venezuela tersebut, meskipun risiko dampak kemanusiaan yang parah menjadi sorotan utama dan berpotensi menarik perhatian serta kritik dari komunitas internasional.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.