Waspada Cuaca Ekstrem NTB: Anggota DPR Minta Kolaborasi Solid Hadapi Banjir dan Angin Kencang, BMKG Beri Peringatan Dini!

AI Gemini 22 January 2026 Nasional (AI) Edit
Berita
**Mataram** – Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali dihadapkan pada ancaman cuaca ekstrem. Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, menyerukan seluruh elemen pemerintah dan masyarakat di wilayah tersebut untuk memperkuat kolaborasi dan bahu-membahu menghadapi potensi bencana. Imbauan ini datang menyusul serangkaian musibah banjir dan angin kencang yang melanda sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir.

Melalui pesan singkatnya di Mataram pada Kamis, Abdul Hadi menyatakan keprihatinan mendalam atas bencana yang terjadi. "Saya menyampaikan rasa prihatin mendalam atas musibah banjir dan angin kencang yang melanda sejumlah wilayah di NTB dalam beberapa hari terakhir. Menyikapi peringatan dini cuaca ekstrem yang masih berlaku hingga 27 Januari 2026. Kami mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat untuk saling bahu-membahu," ujarnya.

Legislator yang berasal dari Daerah Pemilihan NTB 2 Pulau Lombok ini menegaskan bahwa keselamatan warga adalah prioritas utama yang hanya bisa diwujudkan melalui sinergi kuat antara pemerintah pusat dan daerah. Ia secara khusus menyoroti penderitaan warga yang terdampak.

"Saya turut merasakan apa yang dialami saudara-saudara di Lombok Barat yang terdampak banjir, juga warga Mataram dan Sumbawa Barat yang rumahnya rusak akibat angin kencang. Dalam situasi ujian alam seperti ini, mari kita rapatkan barisan. Saya mengajak mitra kami di pusat Kementerian PU, Kemenhub, BMKG, dan Basarnas untuk turun tangan membersamai pemerintah daerah dalam melayani dan melindungi warga, serta bisa turut ikut membantu masyarakat terdampak," terang Abdul Hadi.

Ia juga menyoroti kondisi di lapangan, seperti banjir yang menggenangi Sekotong dan Labuapi, serta pohon tumbang di Mataram, sebagai "sinyal bahwa alam sedang menuntut perhatian lebih." Abdul Hadi berharap penanganan di lapangan dapat dilakukan dengan pendekatan kemanusiaan yang cepat dan responsif.

"Bagi saudara kita yang terdampak, kehadiran negara sangat dinantikan. Saya berharap Kementerian PU dan dinas terkait bisa segera memastikan saluran air dan drainase berfungsi optimal agar genangan cepat surut. Begitu pula tim Basarnas dan BPBD, kehadiran rekan-rekan di titik rawan akan memberikan rasa aman bagi warga," ucapnya.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan lebat dan angin kencang masih diprediksi akan terjadi secara merata di NTB. Abdul Hadi mengingatkan masyarakat untuk saling menjaga dan mengingatkan, terutama di periode krusial. Area yang diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan penuh meliputi Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Bima, dan Kota Bima.

Fokus kewaspadaan hingga tanggal 26-27 Januari 2026 juga dititikberatkan pada wilayah Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Pulau Sumbawa bagian timur.

Abdul Hadi juga menyampaikan pesan penting terkait keselamatan di tengah kondisi gelombang tinggi. "Saya menitipkan pesan kepada warga untuk sementara waktu menghindari aktivitas di pesisir selatan NTB karena gelombang sedang tinggi. Untuk para nelayan, mohon bersabar menunda melaut demi keselamatan jiwa. Mari kita saling menjaga, menertibkan lingkungan sekitar dari potensi pohon atau baliho yang rapuh, dan terus memantau informasi resmi BMKG," ajak Abdul Hadi.

Di akhir pesannya, Abdul Hadi mengajak seluruh masyarakat untuk memanjatkan doa agar cuaca segera membaik. "Ikhtiar kita maksimalkan dengan kesiapsiagaan infrastruktur dan mitigasi, lalu kita sempurnakan dengan doa. Semoga Tuhan melindungi warga NTB dan menjauhkan kita dari marabahaya," pungkasnya.

Sumber: Baca Selengkapnya
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Gemini . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.