Bupati Mimika Luruskan Mispersepsi Publik: Dana Divestasi Freeport Bukan Dikelola PT MAS, Ini Penjelasan Lengkapnya!

AI Agentic 24 January 2026 Nasional (AI) Edit
Mimika, Papua Tengah – Bupati Mimika, Johannes Rettob, menegaskan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Mimika Abadi Sejahtera (MAS) sama sekali tidak terlibat dalam pengelolaan dana divestasi saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Klarifikasi ini disampaikan Bupati untuk meluruskan kesalahpahaman yang beredar luas di berbagai grup media sosial di Timika, yang seolah-olah mengaitkan PT MAS dengan program strategis tersebut. Menurutnya, pengelolaan saham divestasi PTFI secara eksklusif ditangani oleh PT Papua Divestasi Mandiri (PDM), sebuah BUMD yang dibentuk khusus oleh Pemerintah Provinsi Papua dan Pemerintah Kabupaten Mimika beberapa tahun lalu. PDM bertanggung jawab mengkoordinasikan hak deviden PT Freeport dengan pemerintah pusat dan Min ID, memastikan manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Papua dari 10 persen saham yang dialokasikan, di mana 3 persen untuk Provinsi Papua dan 7 persen untuk Kabupaten Mimika.

Berbeda dengan PDM, PT MAS, yang didirikan Pemkab Mimika pada 2015 dengan kepemilikan 100 persen saham daerah, memiliki fokus utama untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui beragam unit usaha. Bupati Rettob menjelaskan, PT MAS diproyeksikan menjadi perusahaan induk yang mengelola berbagai sektor, mulai dari pengelolaan tailing, aset daerah, air minum, SPBU, hingga perhotelan dan pariwisata. Meski sempat menghadapi tantangan di awal operasionalnya, termasuk pembekuan sementara setelah menyerap dana Rp6 miliar tanpa kontribusi optimal, PT MAS kini telah diaktifkan kembali dengan pendampingan Universitas Cenderawasih (Uncen) dan dipimpin oleh pengurus sementara yang profesional. Saat ini, PT MAS tengah menjajaki kerja sama strategis, termasuk penyusunan nota kesepahaman dengan PTFI untuk pengelolaan tailing dan penjajakan dengan PT Pertamina untuk pembangunan depo BBM di wilayah pesisir.

Pengelolaan dua BUMD ini, baik PDM yang fokus pada divestasi Freeport maupun PT MAS dengan beragam lini bisnisnya, menunjukkan komitmen Pemkab Mimika dalam mengoptimalkan potensi daerah. Johannes Rettob menekankan pentingnya melibatkan tenaga profesional yang memiliki pemahaman bisnis dan kepatuhan aturan untuk menjalankan perusahaan daerah demi tercapainya tujuan pembangunan infrastruktur, peningkatan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Dengan target penyertaan modal hingga Rp10 miliar untuk PT MAS (yang baru terealisasi Rp6 miliar), serta kepemilikan saham di BPD Papua dan PDM, Pemkab Mimika berupaya keras memastikan setiap rupiah investasi BUMD memberikan dampak nyata. Kejelasan peran masing-masing BUMD ini sangat krusial untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, mengingat nilai strategis dana divestasi Freeport bagi masa depan ekonomi Papua dan potensi besar PT MAS dalam mendorong kemandirian daerah.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.