Seoul – Pergeseran kebiasaan makan masyarakat Korea Selatan semakin nyata. Data terbaru dari Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan mengungkapkan, konsumsi beras per kapita di negeri ginseng tersebut mencapai titik terendah sepanjang sejarah pada tahun 2025. Fenomena ini menandai era baru dalam pola konsumsi pangan warga Korsel.
Laporan tersebut menunjukkan, konsumsi beras per kapita turun menjadi 53,9 kilogram pada tahun 2025. Angka ini mengalami penurunan signifikan sebesar 3,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan tingkat konsumsi pada tahun 1995 yang mencapai 106,5 kilogram, jumlah ini hanya sekitar setengahnya. Ini merupakan tingkat konsumsi terendah sejak data terkait mulai dikompilasi secara resmi pada tahun 1962.
Penurunan konsumsi beras ini secara bertahap disebabkan oleh perubahan kebiasaan dan budaya makan masyarakat. Tren serupa juga terlihat pada konsumsi biji-bijian tahunan per orang, yang mencakup beras serta biji-bijian lain seperti jelai dan gandum. Pada tahun 2025, rata-rata konsumsi biji-bijian tercatat 62,5 kilogram, turun 3,0 persen dari tahun sebelumnya. Angka ini juga sekitar setengah dari tingkat konsumsi pada tahun 1995 yang sebesar 117,9 kilogram, mencatat rekor terendah baru.
Menariknya, di tengah tren penurunan konsumsi rumah tangga, penggunaan beras sebagai bahan baku di sektor bisnis justru mencatat rekor tertinggi baru. Pada tahun 2025, beras yang digunakan oleh produsen makanan dan minuman mencapai 932.102 ton. Jumlah ini meningkat 6,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dan merupakan kali pertama angkanya menembus 900.000 ton sejak data ini mulai dikompilasi pada tahun 2011. Hal ini mengindikasikan bahwa meskipun masyarakat mengurangi konsumsi beras langsung, industri pengolahan makanan berbasis beras justru semakin berkembang pesat.
Sumber:
Baca Selengkapnya