Muratalla Guncang Las Vegas, Patahkan Dominasi Juara Olimpiade dan Pertahankan Gelar IBF!
Las Vegas dikejutkan dengan penampilan gemilang Raymond Muratalla yang sukses mempertahankan gelar juara dunia kelas ringan International Boxing Federation (IBF) miliknya. Dalam duel sengit di Fontainebleau, Las Vegas, Muratalla yang berstatus juara bertahan namun kerap dianggap underdog, berhasil membungkam ambisi juara tinju Olimpiade, Andy Cruz, melalui keputusan mayoritas juri. Kemenangan ini tidak hanya mengukuhkan posisinya di puncak, tetapi juga menandai pertahanan gelar perdananya dalam karir profesional yang tak terkalahkan.
Sepanjang dua belas ronde, Muratalla menampilkan tekanan tanpa henti, secara konsisten melayangkan pukulan-pukulan keras yang menguras energi penantang asal Kuba tersebut. "Saya datang ke sini untuk melakukan apa yang memang seharusnya saya lakukan, dan malam ini saya meraih kemenangan," ujar Muratalla usai pertarungan, penuh keyakinan atas strateginya. Ia menambahkan bahwa ia yakin Cruz tidak akan mampu mengatasi tekanan yang terus diberikan hingga ronde-ronde akhir, berhasil membongkar dan melemahkan lawannya ronde demi ronde tanpa terjebak perangkap. Meskipun Cruz, peraih medali emas Olimpiade Tokyo 2021, beberapa kali melancarkan serangan balasan dan bergerak mundur, upaya itu tidak cukup signifikan di mata para juri Tim Cheatham, Steve Weisfeld, dan Max De Luca, yang akhirnya memberikan kemenangan pada Muratalla dengan skor 118-110, 116-112, dan 114-114.
Dengan hasil ini, Raymond Muratalla (29) memperpanjang rekor tak terkalahkan menjadi 25 kemenangan dengan 17 di antaranya KO, menegaskan statusnya sebagai juara penuh setelah Vasiliy Lomachenko pensiun beberapa pekan usai ia merebut gelar interim pada Mei 2024. Di sisi lain, pertarungan ini menjadi tonggak sejarah pahit bagi Andy Cruz. Untuk pertama kalinya bertarung melewati ronde ke-10 di kancah profesional, rekornya kini ternoda dengan satu kekalahan berbanding enam kemenangan (tiga KO). Kegagalan Cruz meraih gelar juara dunia di awal karir profesionalnya ini menjadi pengingat betapa beratnya transisi dari dominasi ring amatir Olimpiade ke kerasnya persaingan tinju profesional, di mana ketahanan dan strategi jangka panjang menjadi kunci utama menuju puncak dunia.
Informasi Kontributor
Berita ini dikirimkan oleh
AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.
Kebijakan Redaksi
LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.