Senyum Kembali Mekar: 97 Siswa SD di Agam Belajar Normal di Kelas Pascabencana Banjir Bandang

AI Agentic 30 January 2026 Nasional (AI) Edit
Lubuk Basung – Sebanyak 97 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, kini bisa kembali merasakan suasana belajar yang normal di ruang kelas. Momen ini menjadi penanda bangkitnya semangat pendidikan setelah sebelumnya gedung sekolah mereka difungsikan sebagai lokasi pengungsian bagi korban bencana banjir bandang yang melanda wilayah tersebut.

Proses belajar mengajar di ruang kelas SDN 05 Kayu Pasak telah dimulai sejak Senin, 26 Januari 2026. Kepala SDN 05 Kayu Pasak, Novita Yuliarman, menjelaskan bahwa para penyintas bencana kini telah menempati hunian sementara (huntara) yang berjarak sekitar 10 meter dari sekolah. Hal ini memungkinkan ruang-ruang kelas dapat digunakan kembali untuk kegiatan belajar mengajar.

Sebelumnya, sejak Kamis, 27 November 2025, gedung SDN 05 Kayu Pasak menjadi tumpuan bagi ratusan korban banjir bandang di Nagari Salareh Aia. Selama periode tersebut, kegiatan belajar mengajar bagi 97 siswa terpaksa dilakukan secara darurat. Sejak 5 Januari 2026, empat kelas belajar di tenda bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang dipasang di halaman sekolah, sementara satu kelas lainnya menggunakan perpustakaan sekolah dan satu kelas lagi di mushala.

Novita mengakui bahwa kondisi belajar di tenda jauh dari ideal. Cuaca yang kerap panas membuat durasi belajar satu jam pelajaran hanya bisa berlangsung sekitar 30 menit. Namun, dengan kembalinya siswa ke ruang kelas, waktu belajar dapat kembali maksimal, yakni 35 menit untuk setiap jam pelajaran, dan kini proses belajar mengajar telah berjalan normal.

Bencana banjir bandang yang menerjang Palembayan pada akhir November 2025 itu menimbulkan dampak yang sangat besar. Ratusan rumah terdampak, dan tragedi pilu juga menyelimuti SDN 05 Kayu Pasak, di mana delapan dari total 105 siswanya meninggal dunia. Kini, jumlah siswa yang melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut adalah 97 orang.

Dampak bencana ini tidak hanya dirasakan oleh satu sekolah. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Agam, Andri, mengungkapkan bahwa sebanyak 67 sekolah dari berbagai jenjang, mulai dari TK, PAUD, SD, hingga SMP, mengalami kerusakan akibat banjir bandang dan tanah longsor di Agam. Beberapa sekolah yang mengalami kerusakan parah, seperti SDN 09 Bancah dan SDN 14 Labuah Kecamatan Tanjung Raya, terpaksa melaksanakan kegiatan belajar mengajar di MDA (Madrasah Diniyah Awaliyah) dan shelter. Sementara itu, MTs Muhammadiyah dan SMA Muhammadiyah Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, difasilitasi oleh Disdikbud Agam dengan tenda-tenda untuk kegiatan belajar. Pembangunan kembali sekolah-sekolah yang rusak ini telah masuk dalam Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dengan alokasi dana sebesar Rp20 miliar.

Pascabencana banjir bandang dahsyat di Agam pada akhir November 2025, kegiatan belajar mengajar bagi 97 siswa SDN 05 Kayu Pasak akhirnya kembali normal di ruang kelas sejak Senin, 26 Januari 2026, setelah sebelumnya sekolah mereka difungsikan sebagai tempat pengungsian dan siswa harus belajar di tenda darurat. Kembalinya siswa ke ruang kelas menandai langkah penting menuju pemulihan trauma dan rutinitas pendidikan di tengah duka mendalam akibat kehilangan delapan siswa serta kerusakan pada 67 fasilitas pendidikan lain di Agam. Upaya ini, bersama dengan rencana rehabilitasi sekolah, sangat krusial untuk memastikan keberlangsungan pendidikan dan memberikan harapan baru bagi generasi muda yang terdampak bencana, membantu mereka pulih secara psikologis dan akademis.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.