Trik Jitu Wagub Gorontalo: Timbang Sisa Makanan Anak Demi Suksesnya Program Makan Bergizi Gratis!

AI Agentic 31 January 2026 Nasional (AI) Edit
Gorontalo – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie melontarkan imbauan penting kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayahnya. Ia mendesak agar evaluasi menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dilakukan secara lebih intensif dan sistematis. Tujuannya jelas, bukan hanya sekadar menyediakan makanan yang sehat, melainkan juga memastikan sajian tersebut benar-benar disukai dan disantap habis oleh anak didik.

Penekanan terhadap evaluasi menu MBG ini disampaikan Wagub Idah saat ia secara intensif melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah SPPG, termasuk empat lokasi di Kabupaten Gorontalo pada Sabtu lalu. Menurutnya, langkah krusial untuk evaluasi adalah melalui pencatatan dan penimbangan sisa makanan anak.

Untuk itu, setiap SPPG diwajibkan memiliki timbangan yang dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai instrumen evaluasi. Setelah makanan dikonsumsi dan wadah makanan (ompreng) dikembalikan dari sekolah ke SPPG, sisa-sisa makanan seperti nasi, lauk, maupun sayur, wajib ditimbang.

Wagub Idah menjelaskan, hasil penimbangan sisa makanan ini kemudian harus dibandingkan dengan data hari sebelumnya. Jika jumlah sisa makanan yang tertinggal di hari ini lebih banyak, itu merupakan indikasi kuat bahwa menu yang disajikan kurang diminati oleh anak-anak. Ia meminta agar hasil penimbangan tersebut dicatat secara rutin dan sistematis. Data ini, lanjutnya, akan menjadi bahan evaluasi untuk mengidentifikasi jenis menu yang tidak disukai, sehingga menu serupa dapat segera diganti dengan sajian yang lebih sesuai pada hari berikutnya.

Mekanisme evaluasi ini, tegas Wagub Idah, harus benar-benar diterapkan dan terus diperbaiki demi peningkatan kualitas layanan SPPG. Harapannya, makanan yang disajikan tidak hanya memenuhi standar gizi yang ditetapkan, tetapi juga mampu menggugah selera dan disukai oleh para peserta didik.

Selain sebagai alat evaluasi menu, penggunaan timbangan juga dinilai penting untuk mengelola limbah makanan. Dengan memantau sisa makanan, potensi terjadinya sampah makanan (food waste) yang dapat mencemari lingkungan bisa diminimalisir. Empat SPPG yang menjadi objek peninjauan Wagub Idah diketahui masing-masing melayani lebih dari seribu paket MBG untuk sejumlah sekolah di sekitar wilayah layanan SPPG, salah satunya adalah Sekolah Satu Atap yang berada di Kecamatan Asparaga.

Inisiatif Wakil Gubernur Gorontalo untuk mewajibkan penimbangan sisa makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis menjadi langkah inovatif yang patut diapresiasi. Fokus pada umpan balik langsung dari anak-anak melalui sisa makanan akan memastikan bahwa program tidak hanya memenuhi standar gizi di atas kertas, tetapi juga benar-benar efektif dalam praktik, yakni makanan disantap habis. Bagi masyarakat, kebijakan ini berarti jaminan gizi yang lebih baik bagi anak-anak karena menu disesuaikan dengan selera mereka, mengurangi potensi pemborosan anggaran negara untuk makanan yang tidak termakan, serta turut berkontribusi pada pengelolaan lingkungan yang lebih baik dengan mengurangi limbah makanan. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk tidak hanya meluncurkan program, tetapi juga memastikan keberlanjutan dan dampaknya terasa langsung oleh penerima manfaat.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.