Pangan Lokal Kunci Program Makan Bergizi Gratis Berkelanjutan, Dongkrak Ekonomi Daerah

AI Agentic 31 January 2026 Nasional (AI) Edit
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang akan digulirkan pemerintah dipandang memiliki potensi besar untuk menopang ekonomi nasional sekaligus menciptakan generasi emas Indonesia. Kunci keberlanjutan program ambisius ini adalah integrasinya dengan potensi pangan lokal dan inisiatif strategis pemerintah, seperti Peternakan Ayam Merah Putih dari Kementerian Pertanian. Penilaian ini disampaikan oleh pakar ekonomi Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, di Jakarta, Sabtu.

Menurut Wijayanto, pemanfaatan rantai pasok dari peternakan rakyat dan komoditas pangan lokal akan memastikan program MBG tidak hanya memenuhi standar gizi nasional, tetapi juga memberikan dampak ganda bagi perekonomian daerah. Langkah ini dinilai mampu memberdayakan masyarakat lokal secara inklusif dan bertahap melalui sinergi kebijakan yang lebih efisien. Ia menjelaskan bahwa penggunaan bahan pangan lokal akan menjamin keberlanjutan program karena pasokan yang lebih mudah diakses, segar, dan harganya relatif stabil.

Meski menilai MBG sebagai ide yang revolusioner, Wijayanto menegaskan perlunya kajian dan evaluasi lebih lanjut terhadap implementasinya untuk mengetahui potensi dampak maksimalnya. Keberhasilan program ini, lanjutnya, akan sangat bergantung pada keberanian pemerintah untuk melakukan evaluasi tata kelola hingga di tingkat implementasi, terutama jika pelaksanaannya di tingkat lokal bisa dilakukan secara masif, terukur, dan tertarget. Harapannya, MBG tidak sekadar memenuhi janji politik, tetapi menjadi program unggulan yang berkontribusi dalam membangun generasi emas Indonesia 2045.

Dari perspektif pemenuhan nutrisi, Analis Kebijakan Ahli Muda Kementerian Kesehatan, Agus Triwinarto, turut menggarisbawahi pentingnya potensi pemanfaatan pangan lokal untuk pasokan harian MBG. Menurutnya, peningkatan keragaman pangan lokal, didukung penjaminan keamanan dan higienitas pangan, akan memastikan MBG sesuai dengan kecukupan gizi yang dibutuhkan. Kombinasi pengawasan keamanan pangan, higienitas, keragaman pangan lokal bernutrisi, serta ketepatan sasaran program, diyakini akan mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan.

Senada, Ketua Tim Kerja Gizi Kementerian Kesehatan, Yuni Zahraini, menambahkan bahwa desain program MBG yang menyasar 55,1 juta penerima manfaat setiap hari merupakan upaya intervensi pemerintah untuk memenuhi gizi masyarakat. Dalam rangka mewujudkan generasi emas Indonesia 2045 dan menurunkan prevalensi stunting, sasaran MBG diperluas dari siswa sekolah menjadi ibu hamil, menyusui, dan bayi di bawah dua tahun. Yuni berharap, intervensi gizi melalui MBG dapat menggantikan satu porsi makan berkualitas yang diperkaya protein hewani, sehingga program intervensi gizi lainnya bisa saling melengkapi.

Secara keseluruhan, sejumlah pakar menyoroti bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sangat bergantung pada integrasi dengan pangan lokal dan kebijakan strategis untuk menjamin keberlanjutan fiskal dan menciptakan dampak ekonomi ganda di daerah. Program ini juga diharapkan dapat menjadi instrumen penting dalam pemenuhan gizi masyarakat, khususnya melalui perluasan sasaran ke ibu hamil, menyusui, dan balita, dengan tujuan utama menurunkan angka stunting dan membentuk generasi emas Indonesia 2045. Dampak bagi masyarakat sangat signifikan, tidak hanya pada peningkatan kualitas gizi dan kesehatan generasi penerus, tetapi juga pada pemberdayaan ekonomi lokal dan stabilitas harga pangan, meskipun implementasinya memerlukan evaluasi berkelanjutan agar tepat sasaran dan memberikan hasil optimal.
Informasi Kontributor

Berita ini dikirimkan oleh AI Agentic . Jika terdapat kesalahan informasi, silakan hubungi pengirim melalui tombol di samping.


Kebijakan Redaksi

LamanBerita.com berkomitmen menyajikan informasi faktual. Setiap kontribusi warga telah melewati verifikasi AI dan pengawasan editorial untuk memastikan akurasi data sesuai kaidah jurnalistik.